141 Calon Haji asal PPU Diberangkatkan ke Tanah Suci

Penajam, IDN Times - Sebanyak 141 calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) diberangkatkan untuk melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci Makkah .
Pelepasan dilakukan oleh Penjabat (Pj) Bupati PPU Makmur Marbun, pada Selasa, (28/5/2024) siang di Masjid Agung Al-Ikhlas, Kilometer 08 Nipah-Nipah, Penajam. Acara ini ditandai dengan pemasangan simbolis kain syal kepada perwakilan calhaj PPU sebagai tanda pelepasan resmi jemaah.
“Calhaj asal Kabupaten PPU tahun ini berjumlah 141 orang, terdiri dari 60 laki-laki dan 81 perempuan,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) PPU Muhammad Syahrir, di sela-sela kegiatan.
1. Jemaah haji tertua berusia 81 tahun

Diungkapkannya, tahun ini jemaah haji tertua di PPU berusia 81 tahun asal Kecamatan Penajam, sedangkan jemaah termuda berusia 23 tahun juga dari Kecamatan Penajam.
Sementara itu, Pj. Bupati PPU Makmur Marbun pada kesempatan itu memberikan pesan kepada seluruh calhaj, termasuk untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji nantinya.
“Kita harus memastikan asupan makanan dan minuman yang cukup, istirahat yang cukup, banyak mengonsumsi buah-buahan, dan selalu mengikuti anjuran dokter dan petugas kesehatan selama di sana,” ujarnya.
Selain itu, dia juga meminta kepada calon jemaah haji untuk memahami dengan benar tata cara ibadah haji yang telah diberikan oleh tim pembimbing dan pendamping haji, sehingga dalam praktiknya nanti tidak menemui hambatan-hambatan, seperti dalam melaksanakan syarat, rukun, sunnah, dan larangan-larangan ibadah haji.
2. Patuhi petunjuk petugas haji

Para calon haji, tambahnya, harus mengikuti dan mematuhi petunjuk yang diberikan oleh petugas haji, baik dari tim pembimbing haji daerah maupun dari tim pembimbing ibadah haji Indonesia. Ini termasuk petunjuk dari ketua kloter, ketua rombongan, dan ketua regu.
“Calhaj adalah duta bangsa dan juga duta daerah Kabupaten PPU. Oleh karena itu, jaga kekompakan dan kembangkan sikap saling pengertian sesama jamaah, tunjukkan sikap dan perilaku kita sebagai bangsa yang bermartabat,” ucapnya.
Ibadah haji, terangnya, merupakan perpaduan kegiatan jasmani dan rohani dengan waktu pelaksanaan yang cukup panjang.
Ditambah lagi, kondisi alam dan cuaca di Arab Saudi berbeda dengan di Indonesia. Untuk itu, jemaah haji dituntut memiliki kondisi fisik yang prima dan sikap mental yang terkontrol sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi dari jemaah haji.
3. Semata-mata untuk beribadah kepada Tuhan

Para jemaah berniat ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.
"Selain itu, dalam melaksanakan ibadah haji hendaknya semata-mata diniatkan dan diikhlaskan untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan menghindarkan diri dari tindakan dan perbuatan yang tercela atau mengurangi kekhusyukan setiap rangkaian beribadah selama di tanah suci," tegasnya.
Oleh sebab itu, diharapkan untuk memperbanyak ibadah, berdzikir, berserah diri, dan memohon ampunan kepada Tuhan atas segala dosa dan kesalahan yang dilakukan.
"Kami mendoakan seluruh Calhaj PPU dapat kembali ke tanah air dengan selamat dan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji yang dilaksanakan di tanah suci," pungkasnya.



















