Kaltim Jamin Tak Ada Anak Tertinggal Sekolah karena Faktor Ekonomi

Samarinda, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur memastikan seluruh anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan akses pendidikan di sekolah negeri.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Armin, menegaskan tidak boleh ada anak yang tertinggal atau gagal mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.
“Jangan sampai ada anak-anak kita yang tertinggal atau tidak mendapatkan akses pendidikan negeri, terutama bagi mereka yang kurang mampu,” ujar Armin dilaporkan Antara di Samarinda, Rabu (6/5/2026).
1. Sosialisasi SPMB SMA, SMK, dan SLB di Kaltim

Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda Sosialisasi Petunjuk Teknis Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK/SLB Tahun Ajaran 2026/2027.
Armin menekankan pentingnya pemerataan hak pendidikan tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi. Ia juga meminta seluruh jajaran Dinas Pendidikan untuk mengawal pelaksanaan petunjuk teknis SPMB agar berjalan tepat dan tanpa kesalahan di lapangan.
Menurutnya, proses penerimaan murid baru selalu menjadi perhatian publik dan kerap menimbulkan berbagai dinamika, sehingga harus dipersiapkan secara serius dan penuh tanggung jawab.
“Kami berkomitmen menjamin keberlangsungan pendidikan bagi warga kurang mampu, bahkan juga memberikan seragam sekolah gratis, sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak mengenyam pendidikan,” katanya.
2. SPMB di Kaltim akan digelar secara terbuka

Sementara itu, Ketua Panitia SPMB Kaltim, Siti Mariam, menegaskan proses seleksi penerimaan murid baru akan dilaksanakan secara inklusif dan terbuka bagi seluruh kalangan.
Ia memastikan tidak ada calon peserta didik yang terabaikan, termasuk pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas di berbagai daerah di Kalimantan Timur.
3. Komitmen Kaltim membangun SDM unggul

Penyelenggaraan SPMB tahun ajaran 2026/2027 juga diwajibkan berlangsung objektif, transparan, akuntabel, serta bebas dari segala bentuk diskriminasi guna menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Sosialisasi SPMB Kaltim digelar secara daring dan diikuti perwakilan Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim Wilayah I hingga VI, serta jajaran Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Samarinda.


















