Kecelakaan maut di perempatan jalan di Mal Muara Rapak Balikpapan Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022). Foto istimewa
Kecelakaan ini sendiri melibatkan truk bak terbuka dengan Nopol KT 8534 AJ yang membawa peti kemas 20 feet berisi 20 ton kapur pembersih air, serta dengan 4 unit mobil penumpang dan 14 sepeda motor. Di mana akibat kecelakaan ini menyebabkan korban jiwa sebanyak 4 orang, luka berat 1 orang dan luka ringan 29 orang.
“Begitu juga turunan panjang sebelum memasuki simpang Muara Rapak kondisi geometriknya adalah sub standar, di mana jalan yang memiliki alinyemen vertikal dengan maksimal slope lebih dari 10 persen panjang landai kritisnya seharusnya maksimal adalah 200 meter,” ujar Wildan.
Wildan menambahkan, kondisi sub standar di atas akan memberi dampak pada kendaraan besar saat melalui jalan dimaksud. Untuk kendaraan yang naik akan berisiko mengalami kegagalan menanjak dan untuk kendaraan yang turun berisiko mengalami kegagalan pengereman.
“Yang perlu diketahui juga topografi Kota Balikpapan adalah sekitar 85 persen merupakan wilayah berbukit dan hanya sekitar 15 persen merupakan dataran yang sempit dan terletak di daerah sepanjang pantai dan daerah di antara perbukitan,” akunya.
Selain itu, kontur jalan di dalam Kota Balikpapan didominasi oleh jalan dengan kelandaian vertikal yang bervariasi antara 5 persen sampai dengan 20 persen, dengan penampang melintang terbatas serta tidak ada pemisahan antara ruang lalu lintas kendaraan berat dengan lalu lintas lainnya.
“Kota Balikpapan juga berfungsi sebagai pusat yang melayani seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Timur,” akunya.