65 Ribu Seragam Sekolah Gratis di Kaltim Dibagikan Lebih Awal

Samarinda, IDN Times - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mempercepat proses pengadaan dan distribusi seragam sekolah gratis pada Tahun Anggaran (TA) 2026. Langkah ini dilakukan agar seragam dapat diterima siswa tepat saat tahun ajaran baru dimulai pada pertengahan tahun ini.
“Tahun 2026 pengadaan seragam dilakukan lebih awal. Targetnya dibagikan saat awal tahun ajaran baru, dengan alokasi sebanyak 65 ribu paket seragam sekolah,” ujar Sekretaris Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadhan dilaporkan Antara, di Samarinda, Jumat (16/1/2026).
Rahmat menjelaskan, percepatan tersebut merupakan hasil evaluasi pelaksanaan program pada tahun sebelumnya yang masih berada dalam masa transisi penyesuaian sistem distribusi.
1. Mekanisme penyaluran bantuan pendidikan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, lanjutnya, berkomitmen memastikan mekanisme penyaluran bantuan pendidikan pada TA 2026 berjalan lebih efektif dan tepat waktu demi mendukung kenyamanan peserta didik.
Disdikbud Kaltim mencatat telah menuntaskan penyaluran sebanyak 63.718 paket seragam sekolah gratis dengan capaian realisasi fisik mencapai 100 persen di lapangan.
Setiap paket bantuan pendidikan tersebut terdiri atas kemeja, celana, sepatu, tas sekolah, serta jilbab bagi siswi yang mengenakan busana muslim.
Program prioritas Pemprov Kaltim ini menjangkau 558 satuan pendidikan, meliputi jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB), baik negeri maupun swasta.
2. Mencukupi kebutuhan para siswa baru

Rahmat memastikan kuota paket seragam pada periode sebelumnya telah mencukupi kebutuhan seluruh siswa baru, meskipun terjadi tren peningkatan jumlah peserta didik.
Penyerahan fisik seragam yang bersumber dari APBD 2025 telah dilakukan secara serentak oleh pihak sekolah kepada siswa baru pada 5–6 Januari 2026, bertepatan dengan dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar.
Kendala geografis berupa sulitnya akses transportasi ke sekolah-sekolah di wilayah terpencil, kata Rahmat, berhasil diatasi melalui strategi jemput bola oleh tim di lapangan guna memastikan penyaluran tepat waktu.
3. Distribusi merata ke sekolah-sekolah

Seluruh paket seragam tersebut dipastikan telah terdistribusi merata ke seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Program penyediaan perlengkapan sekolah gratis ini dinilai mampu meringankan beban biaya pendidikan yang ditanggung orang tua siswa di Benua Etam.
“Kami berharap bantuan ini dapat menjamin kesetaraan fasilitas pendidikan bagi seluruh pelajar di Kalimantan Timur tanpa memandang latar belakang ekonomi,” pungkas Rahmat.


















