Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Air PDAM Pontianak Terasa Asin, Warga Terpaksa Berebut Air Bersih
Warga bondong-bondong antre air bersih di Pontianak. (IDN Times/Teri).
  • Air PDAM di Pontianak menjadi payau, asin, hingga pahit akibat kemarau panjang dan surutnya Sungai Kapuas, sehingga warga kembali mencari air bersih.
  • Fera mengaku air PDAM selama tiga hari terakhir memicu gatal saat dipakai mandi; air bersih diprioritaskan untuk memasak, mencuci sayur, dan membilas badan.
  • Warga mengantre bantuan air bersih yang disaring dari sungai dan berharap distribusi berlanjut, karena persediaan menipis, terutama bagi keluarga besar seperti rumah Fera yang dihuni 10 orang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pontianak, IDN Times - Air PDAM yang semakin terasa asin hingga pahit membuat warga Kota Pontianak kembali berbondong-bondong mencari air bersih.

Sejumlah warga bahkan rela mengantre untuk mendapatkan air yang bisa digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Peristiwa ini terjadi akibat kemarau panjang dan Sungai Kapuas mulai surut.

Kondisi tersebut dirasakan Fera, warga Pontianak, yang mengaku sudah tiga hari terakhir merasakan air PDAM di rumahnya semakin payau, asin, bahkan hingga terasa pahit.

1. Badan gatal-gatal mandi pakai air PDAM

Fera, warga Pontianak yang antre air bersih. (IDN Times/Teri).

Air yang biasanya digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga itu kini tak lagi nyaman digunakan, terutama untuk mandi. Fera mengatakan, kulit tubuh terasa gatal jika menggunakan air tersebut.

Ia pun memilih mengambil air bersih yang dibagikan di kawasan Alun-alun Kapuas, pasa Selasa (8/9/2026), untuk memenuhi kebutuhan yang paling mendesak.

“Saya mengambil air bersih karena di rumah airnya sudah payau, bahkan sudah sampai asin. Kami sedang membutuhkan air bersih untuk bilas badan. Kalau tidak, badan terasa gatal-gatal sekali,” ujar Fera.

2. Akhir-akhir ini air PDAM terlalu asin hingga pahit

Warga serbu pembagian air bersih. (IDN Times/Teri).

Menurut Fera, kondisi air PDAM sebenarnya sudah tidak sepenuhnya tawar sejak sebelumnya. Namun, dalam tiga hari terakhir rasa asin semakin kuat hingga berubah menjadi pahit.

“Kalau sebelumnya memang sudah tidak pernah tawar, tetapi dalam tiga hari ini rasanya sudah sangat asin sampai pahit. Jadi, benar-benar sudah tidak bisa dipakai,” tuturnya.

Air bersih yang didapatnya pun tidak digunakan sembarangan. Fera harus menghemat persediaan tersebut dan memprioritaskannya untuk memasak, mencuci sayuran, serta membilas badan.

Sementara kebutuhan mencuci lainnya masih menggunakan air PDAM meski rasanya asin.

“Untuk masak dan bilas badan. Intinya kami pakai sesuai kebutuhan. Untuk mencuci-cuci tetap menggunakan air asin,” katanya.

3. Warga harap distribusi air bersih terus disalurkan

Pendistribusian air bersih ke warga di Pontianak. (IDN Times/Teri).

Kebutuhan air di rumah Fera terbilang cukup besar. Ia menyebut sekitar 10 orang tinggal dalam satu rumah sehingga persediaan air bersih cepat berkurang.

“Kalau memang bisa mengambil lebih banyak, kami ambil karena benar-benar untuk dipakai sendiri, bukan dijual. Keluarga kami cukup besar. Dalam satu rumah ada sekitar 10 orang,” ujarnya.

Bantuan air bersih sebenarnya bukan kali pertama diterima warga. Fera mengatakan, pekan sebelumnya personel Brimob juga sempat mendistribusikan air kepada masyarakat.

Air tersebut diambil dari sungai dan terlebih dahulu melalui proses penyaringan sebelum dibagikan kepada warga.

“Kemarin, minggu lalu, ada dari Brimob. Mereka mengambil air dari sungai, kemudian langsung difilter. Kami juga sempat mengambil air di sana,” ucapnya.

Kini, warga berharap distribusi air bersih terus dilakukan selama kualitas air PDAM belum kembali normal. Sebab, persediaan air yang sebelumnya ditampung warga mulai menipis.

“Air tampungan juga sudah mulai habis,” tukasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article