Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PGRI Kaltim Resmi Dilantik, Perlindungan Guru Jadi Sorotan Utama

PGRI Kaltim Resmi Dilantik, Perlindungan Guru Jadi Sorotan Utama
keruwetan guru mengajar banyak mapel

Samarinda, IDN Times - Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji menegaskan perlindungan hukum dan sertifikasi guru menjadi prioritas utama dalam program kerja Persatuan Guru Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Timur untuk lima tahun ke depan.

Hal tersebut disampaikan Seno Aji saat menghadiri pelantikan Pengurus PGRI Kaltim masa bakti XXIII periode 2024–2029 di Princess Aji Bidara Ballroom Hotel Grand Verona Samarinda, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, PGRI Kaltim harus mulai fokus memperjuangkan perlindungan hukum bagi para guru agar dapat menjalankan tugas pendidikan secara aman dan profesional.

“PGRI Kaltim bisa mulai bekerja dan fokus pada perlindungan hukum bagi para guru,” ujar Seno Aji dalam akun IG Pemprov Kaltim.

1. Perlindungan bagi para tenaga pengajar di Kaltim

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, meminta tambahan dana bagi hasil (DBH) bagi Kaltim. (IDN Times / Erik Alfian)
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, meminta tambahan dana bagi hasil (DBH) bagi Kaltim. (IDN Times / Erik Alfian)

Ia menegaskan para pendidik wajib mendapat perlindungan dari tindakan kriminalisasi, intimidasi, maupun perlakuan tidak adil ketika menjalankan tugas di lingkungan sekolah.

“Perlindungan ini menegaskan tindakan pendisiplinan yang profesional tidak boleh dikriminalisasi,” tegasnya.

Selain perlindungan hukum, Seno Aji juga menyoroti pentingnya sertifikasi guru sebagai standar profesionalisme dan upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Timur.

2. Sertifikasi kualitas tenaga pendidik di Kaltim

Seorang Mahasiswi Pengajar Tahfidz
Seorang Mahasiswi Pengajar Tahfidz

Menurutnya, sertifikasi diperlukan agar kualitas tenaga pendidik di seluruh daerah memiliki standar yang sama, baik di perkotaan maupun wilayah terpencil.

“Guru sangat penting diberikan sertifikasi sebagai standardisasi. Guru yang mengajar di Samarinda harus sama dengan guru yang mengajar di Mahakam Ulu, sehingga tidak ada ketimpangan dalam proses belajar mengajar,” katanya.

Seno Aji menilai dua program tersebut dapat dikolaborasikan antara PGRI dan Pemerintah Provinsi Kaltim guna meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru di Benua Etam.

3. Rumah besar bagi para guru di Kaltim

Ilustrasi anggota PGRI.(IDN Times/Ervan Masbanjar)
Ilustrasi anggota PGRI.(IDN Times/Ervan Masbanjar)

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Teguh Sumarno mengatakan PGRI merupakan rumah besar bagi para guru dengan tugas utama meningkatkan profesionalisme, melindungi hak-hak, serta memperjuangkan kesejahteraan tenaga pendidik.

Ia menambahkan, PGRI juga memiliki tanggung jawab dalam mendukung peningkatan kompetensi pendidik serta memberikan advokasi hukum bagi para guru.

Di sisi lain, Ketua PGRI Kaltim, Rediyanto mengungkapkan jumlah tenaga pendidik di Kalimantan Timur saat ini mencapai lebih dari 72 ribu orang yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Susah Berhenti Memikirkan Sesuatu? Ini Cara Redakan Overthinking

15 Mei 2026, 20:30 WIBNews