Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pekan Gawai Dayak Tampil Beda, Tampilkan Tradisi Dayak Ketapang

Pekan Gawai Dayak Tampil Beda, Tampilkan Tradisi Dayak Ketapang
Pekan Gawai Dayak di Pontianak. (IDN Times/Teri).

Pontianak, IDN Times - Pekan Gawai Dayak (PGD) 2026 akan hadir dengan nuansa berbeda melalui pengangkatan kekayaan budaya Dayak Ketapang sebagai tema utama perayaan tahun ini.

Agenda budaya terbesar masyarakat Dayak di Kalimantan Barat tersebut dijadwalkan berlangsung pada 20–24 Mei 2026 di Rumah Radakng, Pontianak. Beragam kegiatan budaya akan ditampilkan, mulai dari ritual adat, pawai budaya, seminar, hingga kehadiran delegasi dari Sarawak, Malaysia.

Wakil Ketua II PGD 2026, Maskendari, mengatakan pengangkatan budaya Dayak Ketapang bertujuan mengembalikan makna dasar Gawai Dayak sebagai pesta panen yang sarat rasa syukur dan doa untuk musim tanam berikutnya.

“Gawai Dayak itu pesta panen, tempat masyarakat bersyukur atas hasil ladang sekaligus memohon berkat untuk musim panen berikutnya,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

1. Hadirkan ritual adat dayak Jelay Ketapang

IMG_9237.jpeg
Ketua Panitia PGD 2026, Thomas. (IDN Times/Teri).

Pada PGD tahun ini, masyarakat akan disuguhkan ritual adat Dayak Jalay dari Ketapang berupa tradisi “meminta mencatu”, yakni prosesi adat memohon kelancaran dan kebaikan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Rangkaian acara juga akan diawali dengan misa syukur sebagai simbol perpaduan nilai spiritual dan adat yang hidup di tengah masyarakat Dayak.

2. Pelestarian budaya Dayak

IMG_1045.jpeg
Banyak turis datangi acara PGD. (IDN Times/Teri).

Ketua PGD 2026, Thomas Aleksander, menegaskan pelestarian budaya Dayak tidak boleh berhenti sebatas seremoni atau hiburan semata. Menurutnya, budaya adat harus terus dijaga sebagai bagian dari identitas masyarakat Kalimantan Barat.

“Budaya Dayak bukan hanya untuk ditampilkan di media sosial, tetapi harus tetap hidup dan dihargai dalam kehidupan sehari-hari masyarakat adat,” katanya.

Lebih dari 30 sanggar budaya dipastikan ambil bagian dalam display budaya yang menampilkan tarian tradisional, pertunjukan adat, hingga keberagaman etnis di Kalimantan Barat. Panitia juga melibatkan berbagai lembaga untuk memperkuat kolaborasi budaya.

Selain pertunjukan seni, PGD 2026 turut menghadirkan seminar budaya yang menjadi ruang diskusi berbagai isu aktual terkait masyarakat adat dan pelestarian kebudayaan.

“Seminar ini menjadi ruang untuk menjembatani berbagai persoalan aktual yang terjadi di masyarakat adat,” ujar Thomas.

3. Display budaya adalah bentuk toleransi suku budaya di Kalbar

IMG_9226.jpeg
Panitia pekan gawai dayak 2026. (IDN Times/Teri).

Sementara itu, Wakil Ketua III PGD 2026, Alexandra Djaoeng, menjelaskan display budaya akan digelar pada 20 Mei 2026 setelah pembukaan resmi acara pukul 11.00 WIB.

Pawai budaya akan dimulai dari Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Veteran, melintasi Jalan Gajah Mada, dan berakhir kembali di Rumah Radakng Pontianak.

“Ini juga menjadi bentuk toleransi masyarakat Dayak di Kalbar terhadap seluruh etnis, suku, dan kelompok masyarakat,” jelas Alexandra.

Tak hanya menjadi ajang budaya lokal, PGD 2026 juga akan mempererat hubungan budaya lintas negara melalui kehadiran delegasi dari Sarawak, Malaysia.

Melalui pengangkatan budaya Dayak Ketapang, Pekan Gawai Dayak 2026 diharapkan menjadi momentum memperkenalkan kekayaan adat lokal sekaligus memperkuat identitas budaya Dayak di tengah arus modernisasi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Pekan Gawai Dayak Tampil Beda, Tampilkan Tradisi Dayak Ketapang

13 Mei 2026, 16:29 WIBNews