Faisal Tegas soal Polemik LCC Kalbar: Kemenangan SMA 1 Sambas Tetap Sah

Pontianak, IDN Times - Menanggapi polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie memberikan tanggapan.
Faisal menegaskan bahwa hasil kemenangan SMA Negeri 1 Sambas dalam ajang kompetisi yang tengah menjadi perhatian publik tidak dapat dibatalkan, meskipun ditemukan adanya kesalahan dari pihak dewan juri.
Menurut Faisal, secara psikologis maupun dari sisi keadilan, keputusan yang telah menetapkan SMA Negeri 1 Sambas sebagai pemenang harus tetap dihormati.
“Tentu kita tidak bisa mengabaikan hasil dan tidak bisa menggugurkan kemenangan yang sudah didapat oleh SMA 1 Sambas. Dari aspek psikologi dan aspek keadilan juga harus dipertimbangkan,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
1. Akan dirugikan jika kemenangan SMAN 1 Sambas dicabut

Dia menilai, apabila kemenangan tersebut dicabut hanya karena adanya kekeliruan juri, maka hal itu justru akan merugikan peserta yang telah resmi diumumkan sebagai pemenang.
Faisal menegaskan bahwa pihak yang melakukan kesalahan adalah dewan juri, dan hal tersebut telah diakui oleh pihak penyelenggara.
“Yang bersalah adalah jurinya, dan itu sudah diakui,” katanya.
2. Dorong SMAN 1 Pontianak dapat apresiasi

Sebagai bentuk tanggung jawab atas kekeliruan tersebut, lanjut Faisal, langkah yang saat ini diperjuangkan adalah memberikan apresiasi atau kompensasi kepada SMA Negeri 1 Pontianak yang dinilai juga layak memperoleh kesempatan lebih luas.
Salah satu bentuk solusi yang sedang diupayakan ialah mengikutsertakan tim SMA Negeri 1 Pontianak sebagai peserta tambahan atau wildcard dalam ajang lanjutan.
“Tim SMA 1 Pontianak diundang sebagai wildcard atau peserta tambahan karena memang mereka layak hadir di sana. Bukan karena bermasalah, tetapi karena kelayakannya,” jelasnya.
3. Dukung perjuangan SMAN 1 Pontianak

Faisal juga menyebut perjuangan tersebut mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, mulai dari netizen, pemerhati pendidikan, hingga civitas sekolah SMA Negeri 1 Pontianak.
“Inilah yang sedang diperjuangkan bersama oleh seluruh pihak yang membela dan mendukung SMA 1 Pontianak,” tutupnya.


















