Balikpapan, IDN Times – Banyak yang mengira jika ibu kota negara dipindahkan ke Kaltim, maka jumlah kriminalitas akan otomatis bertambah di provinsi ini. Namun pengamat hukum asal Balikpapan, Piatur Pangaribuan, punya analisis yang berbeda. Diyakininya, angka kejahatan di Bumi Etam tidak akan sebanyak di Jawa, bahkan bisa lebih diperkecil dari sebelum jadi ibu kota.
Pria yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Balikpapan (Uniba) itu mengatakan, menetapkan Kaltim sebagai ibu kota negara merupakan langkah tepat yang diambil pemerintah pusat. Salah satunya terkait dengan angka kriminalitas.
Menurut Piatur, salah satu sebab musabab terjadinya kriminalitas adalah minimnya pekerjaan. Rata-rata alasan orang melakukan kejahatan adalah kesulitan ekonomi. Jadi tak jarang, para pengangguran mengambil jalan pintas melakukan kejahatan untuk menambah penghasilannya.
“Nah, inilah yang terjadi di Jawa. Kalau di sana kan harus orang-orang pintar, yang berilmu tinggi (bisa diterima kerja). Kalau pekerjaan-pekerjaan kasarkan kurang begitu ada di sana,” katanya kepada IDN Times, Jumat (30/8).
