Banjir Terjang Kalbar, Jembatan Gantung Sintang Hampir Terbawa Arus

Pontianak, IDN Times - Memasuki tahun 2026, banjir hingga tanah longsor terjadi di sejumlah Kabupaten di Kalimantan Barat (Kalbar), di antaranya terjadi di Kabupaten Sekadau, Sintang, hingga Kabupaten Melawi.
Ketua Satgas Informasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalbar, Daniel menuturkan, banjir di Kabupaten Sekadau telah terjadi sejak 7 Januari 2026.
“Total ada 3.725 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Sekadau, dari 3 desa dan 2 kecamatan,” kata Daniel, Jumat (9/1/2026).
1. Ini desa di Kabupaten Sekadau yang terdampak banjir

Daniel menuturkan, ada 3 desa dari 2 kecamatan yang terdampak banjir, di antaranya adalah Desa Melati, Kecamatan Nanga Taman ada sebanyak 459 KK atau 902 jiwa terdampak.
“Kemudian yang kedua di desa Mongko, Kecamatan Nanga Taman ada 357 KK yang terdampak atau 1.921 jiwa,” papar Daniel.
Selanjutnya, di desa Lembah Beringin, Kecamatan Nanga Mahap ada 417 KK yang terdampak atau 902 jiwa.
“BPBD Kabupaten Sekadau sedang melakukan kaji cepat di lokasi bencana dan melakukan langkah-langkah evakuasi, serta penyelamatan, dan pemerintah setempat akan melakukan upaya-upaya pemanggulangan secara masif,” ucap Daniel.
Berbeda di Kabupaten Sintang, jembatan gantung di Desa Bernayau, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalbar nyaris putus usai dihantam derasnya arus banjir.
2. Jembatan gantung di Sintang nyaris putus

Beredar video yang memperlihatkan derasnya arus banjir di Desa Bernayau hingga menyeret jembatan gantung. Tampak dari video jembatan tersebut hampir tak terlihat, dan terseret arus banjir.
Derasnya arus banjir di Desa Bernayau Sintang tersebut diduga berasal dari tanah longsor dari bukit saran.
Peristiwa banjir bandang dan longsor terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Melawi, sejak Kamis (8/1/2026). Bencana hidrometeorologi tersebut menyebabkan puluhan desa terdampak dan mengganggu akses warga.
Sejumlah daerah yang terdampak yakni di Kecamatan Tanah Pinoh, Tanah Pinoh Barat, Belimbing, serta Ella Hilir. Curah hujan tinggi dengan durasi cukup lama mengakibatkan beberapa sungai meluap, sementara kondisi tanah di wilayah perbukitan menjadi labil dan rawan longsor.
3. Banjir bandang hingga longsor di Melawi

Kapolres Melawi, AKBP Haris Batara Simbolon mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi.
“Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, dataran rendah, maupun wilayah perbukitan agar tetap waspada. Pantau kondisi lingkungan sekitar dan segera laporkan kepada aparat setempat apabila terjadi keadaan darurat,” ungkapnya.
Berdasarkan prospek cuaca harian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 9 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, cuaca di Kabupaten Melawi diprakirakan berawan hingga hujan ringan. Namun, potensi hujan masih dapat terjadi di sejumlah wilayah, terutama pada pagi dan malam hari.
Wilayah yang masih berpotensi diguyur hujan antara lain Nanga Pinoh, Ella Hilir, Pinoh Selatan, Belimbing, Belimbing Hulu, Tanah Pinoh, dan Tanah Pinoh Barat.


















