BGN Terapkan Skema Khusus Program MBG selama Ramadan di Kaltim

Samarinda, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan skema khusus penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan di Kalimantan Timur. Skema ini diterapkan pada 161 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini aktif beroperasi.
Pendamping Kepala Regional BGN Kalimantan Timur, Sirajul Amin, mengatakan penyesuaian dilakukan agar program MBG tetap berjalan optimal tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah puasa para penerima manfaat.
“Kami merancang mekanisme distribusi yang fleksibel sehingga manfaat program tetap dirasakan peserta didik dan penerima lainnya selama Ramadan,” ujar Sirajul diberitakan Antara di Samarinda, Jumat (6/2/2026).
1. Penyesuaian menu MBG selama Ramadan

Dalam skema khusus Ramadan ini, BGN mengalihkan menu dari makanan masak segar menjadi paket makanan ringan atau kudapan bergizi. Paket tersebut memiliki daya simpan aman antara 10 hingga 12 jam dan dikonsumsi saat berbuka puasa.
“Perubahan menu ini dilakukan dengan pertimbangan ketat terhadap keamanan pangan, agar makanan tidak berisiko basi sebelum waktu berbuka,” jelasnya.
Paket MBG Ramadan untuk siswa berisi makanan padat gizi seperti kurma, biskuit, telur, susu, dan buah. Seluruh komponen telah ditakar sesuai kebutuhan Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian anak sekolah.
Distribusi paket dilakukan setiap hari efektif sekolah menjelang jam pulang, sehingga siswa dapat langsung membawa paket tersebut ke rumah masing-masing.
2. Kebersihan dan kelancaran MBG di Kaltim

Untuk menjaga kebersihan dan kelancaran distribusi, BGN menerapkan sistem penggunaan tas jinjing atau tote bag dengan dua warna berbeda. Tas tersebut wajib ditukarkan setiap hari oleh penerima manfaat.
“Siswa diwajibkan membawa kembali tas jinjing dari hari sebelumnya saat mengambil paket baru. Mekanisme ini juga bertujuan melatih kedisiplinan,” kata Sirajul.
Seluruh pelayanan MBG di 161 SPPG Kalimantan Timur tetap beroperasi mengikuti kalender libur nasional serta jadwal cuti bersama yang ditetapkan pemerintah selama Ramadan.
3. Pelaksanaan teknis MBG selama Ramadan

Selain itu, dalam pedoman teknis SPPG juga diatur pelaksanaan kegiatan buka puasa bersama yang disarankan dilakukan satu kali selama bulan Ramadan di lingkungan sekolah. “Kegiatan buka bersama idealnya dilaksanakan pada pekan terakhir pembelajaran efektif sebelum libur Lebaran untuk mempererat kebersamaan antara siswa dan pihak sekolah,” ujarnya.
SPPG juga diinstruksikan menyesuaikan jam kerja pegawai agar persiapan dan pendistribusian paket buka bersama dapat dilakukan tepat waktu sebelum azan Magrib.
Sebagai bahan evaluasi, BGN akan melakukan penilaian terhadap skema khusus ini setelah satu pekan pelaksanaan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 5–10 persen siswa di setiap sekolah.


















