Mahasiswa Audiensi ke KSOP Samarinda, Bahas Insiden Jembatan Mahulu

Samarinda, IDN Times - Tiga mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda mendatangi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda untuk melakukan audiensi. Pertemuan tersebut membahas perkembangan kecelakaan di areal Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) serta isu dugaan kerugian senilai Rp36 miliar.
Audiensi digelar di Ruang Rapat KSOP Kelas I Samarinda, Jumat (6/2/2026), dan dihadiri tiga mahasiswa UINSI dengan pengamanan aparat Kepolisian dan TNI, serta pejabat KSOP Samarinda. Pertemuan tersebut juga tertuang dalam notulen resmi.
1. Upaya dilakukan KSOP Samarinda untuk antisipasi peristiwa terulang

Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Kelas I Samarinda, Capt. M. Ridha Rangreng, menyampaikan bahwa pihaknya akan menambah satu unit kapal escort sebagai pengganti fender di sekitar Jembatan Mahulu.
Selain itu, KSOP menyiagakan kapal patroli selama 24 jam di kawasan tersebut guna mencegah terulangnya insiden serupa.
“Tujuannya untuk mencegah terjadinya tubrukan, mengantisipasi tongkang putus, serta mengawasi kegiatan pengolongan di luar jam yang telah ditetapkan,” ujar Ridha dalam pertemuan tersebut.
Ridha menambahkan, pemasangan tiang pancang telah dilakukan sebagai bagian dari penanganan pascakecelakaan. Dari hasil evaluasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa perusahaan terkait bertanggung jawab atas insiden yang terjadi.
“Kegiatan perusahaan PMKU dibekukan sementara hingga yang bersangkutan menyelesaikan tanggung jawabnya. Pengawasan terhadap aktivitas perusahaan juga tetap dilakukan,” tambahnya.
2. Pengamanan di sekitar area Jembatan Mahulu

KSOP Samarinda, lanjut Ridha, juga telah menerbitkan surat edaran terkait pengamanan di sekitar Jembatan Mahulu. Namun, di lapangan masih ditemukan pelanggaran, termasuk aktivitas pengolongan yang dilakukan secara diam-diam.
Terkait isu dugaan kerugian senilai Rp36 miliar, Ridha menegaskan bahwa hal tersebut bukan merupakan kewenangan KSOP. Menurutnya, tugas pokok dan fungsi KSOP berfokus pada aspek keselamatan pelayaran.
Ia juga menyesalkan adanya pemberitaan di sejumlah media daring yang dinilai tidak sesuai fakta dan cenderung menggiring opini, salah satunya terkait isu pencopotan Kepala KSOP Kelas I Samarinda.
3. Isu liar tentang Kepala KSOP Samarinda

Padahal, dalam notulen audiensi bersama tiga mahasiswa UINSI yang menamakan diri Suara Pemuda Kaltim, tidak ada pembahasan mengenai pencopotan kepala KSOP. Namun isu tersebut justru dijadikan judul utama tanpa adanya konfirmasi dari pihak KSOP Samarinda.
“Pemberitaan semacam ini terkesan tendensius dan berpotensi menggiring opini publik,” ujarnya.
Bahkan, lanjut Ridha, isu tersebut tidak hanya muncul di satu media daring, tetapi juga di beberapa situs berita lain dengan judul yang menyebutkan Kepala KSOP resmi dicopot. Untuk diketahui, Kepala KSOP Kelas I Samarinda saat ini sedang menjalani cuti.


















