Byarpet Listrik di Kaltim Ganggu Ekonomi, Akademisi Soroti Kinerja PLN

Samarinda, IDN Times - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dalam sepekan terakhir menuai kritik. Gangguan pasokan listrik yang dipicu kerusakan salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) itu dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada perekonomian daerah.
Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Samarinda, Adrian Sitompul, mengatakan gangguan pada salah satu unit PLTU menyebabkan pasokan listrik ke sistem interkoneksi Kalimantan Timur berkurang sehingga PLN terpaksa menerapkan pemadaman bergilir.
Berdasarkan pantauan IDN Times, pemadaman dilakukan secara bergiliran di sejumlah wilayah dengan durasi sekitar tiga hingga empat jam.
Akademisi Universitas Mulawarman, Purwadi, menilai pemadaman listrik memberikan dampak nyata terhadap dunia usaha. Menurutnya, hampir seluruh aktivitas ekonomi bergantung pada pasokan listrik yang stabil.
"Pemadaman listrik pasti berdampak. Sektor ekonomi pasti terpukul," tegas Purwadi.
1. Listrik menjadi kebutuhan dasar masyarakat

Ia menjelaskan, listrik telah menjadi kebutuhan dasar layaknya bahan bakar minyak (BBM) dan air bersih. Karena itu, gangguan pasokan listrik akan memicu efek berantai pada berbagai sektor, mulai dari usaha mikro hingga industri besar.
Purwadi mencontohkan pelbagai lini usaha yang mengandalkan perangkat elektronik juga ikut terdampak. Bahkan, pelaku usaha yang menggunakan genset harus menanggung tambahan biaya operasional akibat konsumsi bahan bakar.
"Rumah makan yang memakai genset harus mengeluarkan biaya tambahan untuk solar. Akibatnya biaya operasional semakin besar," ujarnya.
2. Proyek besar butuh pasokan listrik konsisten

Menurut Purwadi, persoalan tersebut menjadi perhatian serius mengingat Kaltim saat ini menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional dengan adanya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta berbagai industri strategis yang membutuhkan pasokan listrik andal.
"IKN dan proyek konstruksi membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar. Persoalan ini harus segera diselesaikan," katanya.
Purwadi juga menyoroti penjelasan PLN yang menyebut pemadaman dipicu gangguan teknis. Menurutnya, alasan tersebut kerap disampaikan setiap kali terjadi gangguan kelistrikan sehingga PLN perlu memperkuat sistem cadangan untuk mengantisipasi kerusakan.
"Masa sekelas BUMN melakukan maintenance tanpa sistem cadangan? Seharusnya jika satu unit bermasalah, sudah ada unit lain yang siap menggantikan," kritiknya.
3. Pemprov Kaltim diminta mengawal kinerja PLN

Ia meminta Pemerintah Provinsi Kaltim turut mengawal evaluasi sistem pemeliharaan jaringan listrik bersama PLN agar gangguan serupa tidak terus berulang.
Menurutnya, pemerintah dan PLN harus fokus memperkuat keandalan infrastruktur kelistrikan, bukan hanya mengandalkan kebijakan sementara saat terjadi gangguan.
"Harus ada langkah antisipasi dan rencana cadangan. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak" paparnya..





![[QUIZ] Seberapa Bersyukur Kamu? Kenali Tanda Kamu Masih Kurang Menghargai Hidup!](https://image.idntimes.com/post/20251029/pexels-enginakyurt-1458826_fbb0b965-dffe-4976-9808-c3bd441a8a9d.jpg)












