Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kisah Bagus, Eboni, dan Ruby: Kini Kembali ke Habitat Alam Liar

Kisah Bagus, Eboni, dan Ruby: Kini Kembali ke Habitat Alam Liar
Tiga orangutan hasil rehabilitasi akhirnya kembali menghirup udara bebas setelah dilepasliarkan ke habitat alaminya di kawasan hutan Kalimantan Timur, Rabu (24/6/2026). BKSDA Kaltim
Share Article

Samarinda, IDN Times - Tiga orangutan hasil rehabilitasi akhirnya kembali menghirup udara bebas setelah dilepasliarkan ke habitat alaminya di kawasan hutan Kalimantan Timur. Ketiga orangutan bernama Bagus, Eboni, dan Ruby itu sebelumnya menjalani proses rehabilitasi selama bertahun-tahun setelah diselamatkan dari pemeliharaan ilegal dan konflik dengan manusia.

Pelepasliaran dilakukan pada 24 Juni 2026 oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama Centre for Orangutan Protection (COP) di tiga titik berbeda di kawasan hutan Kalimantan Timur.

Direktur Centre for Orangutan Protection (COP), Daniek Hendarto, mengatakan pelepasliaran tersebut merupakan bagian dari upaya mengembalikan orangutan ke habitat alaminya setelah dinyatakan mampu bertahan hidup secara mandiri di alam liar.

1. Orangutan yang pertama dilepasliarkan

Orangutan
Salah satu individu orangutan yang dilepasliarkan di hutan Kalimantan Timur, Rabu (24/6/2026). BKSDA Kaltim

Bagus menjadi orangutan pertama yang dilepasliarkan. Orangutan betina itu diselamatkan pada September 2020 setelah dipelihara secara ilegal oleh seorang warga di Desa Merabu, Kabupaten Berau. Proses evakuasinya berlangsung cukup panjang karena pemilik sempat menolak menyerahkan satwa dilindungi tersebut kepada petugas.

Setelah diselamatkan, Bagus menjalani rehabilitasi di pusat rehabilitasi Bornean Orangutan Rescue Alliance (BORA) selama hampir enam tahun hingga dinyatakan siap kembali ke habitat alaminya.

Sementara itu, Eboni dievakuasi pada April 2022 dari sebuah kandang kayu di kawasan ladang karet di Desa Long Beliu, Berau. Saat ditemukan, Eboni masih memiliki naluri liar yang kuat dan menunjukkan perilaku agresif ketika proses penyelamatan berlangsung.

Tim rehabilitasi juga menemukan sebutir peluru senapan yang bersarang di bagian punggung bawah tubuh Eboni. Peluru tersebut kemudian diangkat melalui tindakan medis sebelum orangutan itu menjalani rehabilitasi.

2. Orangutan sempat dipelihara masyarakat

Orangutan
Tiga orangutan hasil rehabilitasi akhirnya kembali menghirup udara bebas setelah dilepasliarkan ke habitat alaminya di kawasan hutan Kalimantan Timur, Rabu (24/6/2026). BKSDA Kaltim

Berbeda dengan dua individu lainnya, Ruby merupakan orangutan tertua dalam pelepasliaran kali ini. Selama bertahun-tahun Ruby dipelihara warga di Desa Sekurau Atas, Kabupaten Kutai Timur, dengan kondisi dirantai dan diikat pada balok kayu.

Ruby dievakuasi tim BKSDA Kalimantan Timur bersama COP pada awal 2024 dan selanjutnya menjalani rehabilitasi hingga dinyatakan layak dilepasliarkan.

Daniek menjelaskan seluruh orangutan yang diselamatkan harus menjalani rehabilitasi karena kehilangan naluri alaminya setelah lama hidup bersama manusia dan terpisah dari induknya sejak usia dini.

3. Orangutan memperoleh proses rehabilitasi agar bertahan di alam

Orangutan
Tiga orangutan hasil rehabilitasi akhirnya kembali menghirup udara bebas setelah dilepasliarkan ke habitat alaminya di kawasan hutan Kalimantan Timur, Rabu (24/6/2026). BKSDA Kaltim

Akibat kondisi tersebut, mereka tidak lagi memiliki kemampuan dasar untuk bertahan hidup di hutan, seperti memanjat pohon, mencari pakan alami, maupun membuat sarang untuk beristirahat.

Di pusat rehabilitasi BORA, ketiganya menjalani serangkaian tahapan rehabilitasi, mulai dari karantina dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh, sekolah hutan, hingga adaptasi di pulau pra-pelepasliaran.

Selama sekitar tiga bulan masa karantina, tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap untuk memastikan ketiga orangutan bebas dari penyakit menular yang berpotensi membahayakan populasi liar.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono

Latest News Kalimantan Timur

See More

Kisah Bagus, Eboni, dan Ruby: Kini Kembali ke Habitat Alam Liar

30 Jun 2026, 13:00 WIBNews