Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Listrik Bergilir Berlanjut, PLN Target Sistem Kembali Normal pada Juli

Listrik Bergilir Berlanjut, PLN Target Sistem Kembali Normal pada Juli
ilustrasi lampu belajar menyala ketika listrik mati (pexels.com/thngocbich)
Share Article

Samarinda, IDN Times - PLN (Persero) mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Kalimantan Timur setelah salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mengalami gangguan teknis yang menyebabkan defisit pasokan listrik di jaringan interkoneksi. Selama proses perbaikan, perusahaan menerapkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah untuk menjaga stabilitas sistem.

Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Samarinda, Adrian Sitompul, mengatakan gangguan pada salah satu unit PLTU mengurangi pasokan listrik ke sistem interkoneksi Kalimantan Timur. Namun, PLN tidak dapat mengungkapkan secara rinci penyebab maupun spesifikasi kerusakan yang terjadi.

"Kerusakan teknis ini berdampak langsung pada turunnya pasokan ke sistem jaringan terpusat, namun spesifikasi trip mesin tidak dapat kami publikasikan," kata Adrian dilaporkan Antara di Samarinda, Senin (29/6/2026).

1. Penerapan skema pemadaman bergilir di Kaltim

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (PLN UID Kaltimra) meluncurkan program stimulus berupa diskon listrik hingga 50 persen bagi pelanggan rumah tangga, Senin (6/1/2025). Foto PLN
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (PLN UID Kaltimra) meluncurkan program stimulus berupa diskon listrik hingga 50 persen bagi pelanggan rumah tangga, Senin (6/1/2025). Foto PLN

Menurut Adrian, kondisi tersebut memaksa PLN menerapkan skema manajemen beban melalui pemadaman bergilir karena seluruh jaringan kelistrikan di Kalimantan Timur telah saling terhubung, mulai dari Berau, Tanjung Selor, Bontang, Samarinda, hingga Balikpapan.

PLN menargetkan proses perbaikan dan sinkronisasi kembali unit pembangkit ke dalam sistem interkoneksi dapat diselesaikan secara bertahap pada Juli 2026. Meski demikian, seluruh tim teknis telah diminta mempercepat proses normalisasi agar pasokan listrik segera kembali stabil.

"Kami memproyeksikan perbaikan besar atau overhaul selesai pada Juli. Namun, seluruh teknisi di lapangan telah diinstruksikan untuk mengakselerasi normalisasi agar sistem kelistrikan kembali beroperasi lebih cepat," ujarnya.

Selama pasokan listrik masih mengalami defisit, PLN memberlakukan pemadaman bergilir dengan durasi sekitar dua hingga tiga jam pada setiap wilayah terdampak. Di Kota Samarinda, pelanggan diperkirakan mengalami pemadaman terjadwal setiap dua hingga tiga hari.

2. Pemadaman bergilir masih digelar

PT PLN (Persero) mengantisipasi ancaman bahaya listrik di banjir Ujoh Bilang Mahakam Ulu Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (28/11/2023). Foto PLN
PT PLN (Persero) mengantisipasi ancaman bahaya listrik di banjir Ujoh Bilang Mahakam Ulu Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (28/11/2023). Foto PLN

Informasi mengenai jadwal pemadaman dan manuver jaringan akan disampaikan setiap hari melalui kanal WhatsApp Unit Layanan Pelanggan (ULP) di masing-masing wilayah.

Adrian menegaskan, fasilitas pelayanan publik seperti rumah sakit tetap menjadi prioritas utama sehingga menjadi lokasi terakhir yang akan dipadamkan untuk menjamin keberlangsungan layanan kesehatan.

"Kami menerapkan sistem proteksi khusus dengan menetapkan rumah sakit sebagai prioritas terakhir yang dipadamkan guna menghindari risiko terhadap pelayanan masyarakat," katanya.

Untuk mengurangi defisit pasokan listrik, PLN juga mengoperasikan seluruh unit siaga Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebagai tambahan suplai daya ke sistem interkoneksi.

3. Indikator tingkat mutu layanan PLN

WhatsApp Image 2025-07-23 at 16.35.03.jpeg
PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) memastikan keandalan pasokan listrik selama peluncuran serentak Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Senin (21/7/2025). Foto PLN

Selain itu, perusahaan tengah menghitung indikator Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) sesuai ketentuan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 27 Tahun 2017 sebagai dasar evaluasi kemungkinan pemberian kompensasi kepada pelanggan yang terdampak.

Adrian memastikan gangguan pada pembangkit tersebut murni disebabkan masalah teknis dalam proses pemeliharaan dan tidak berkaitan dengan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat maupun kondisi ketenagalistrikan nasional.

"Gangguan operasional pembangkit ini dipastikan murni merupakan masalah teknis pemeliharaan, tanpa ada korelasi dengan fluktuasi nilai tukar dolar maupun isu makro kelistrikan nasional," tegasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono

Latest News Kalimantan Timur

See More

Listrik Bergilir Berlanjut, PLN Target Sistem Kembali Normal pada Juli

30 Jun 2026, 10:46 WIBNews