Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Pontianak Pamer Karya Bernilai Ekonomi

Pontianak, IDN Times - Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Rutan Kelas IIA Pontianak turut ambil bagian dalam kegiatan Bazar Produk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang diselenggarakan di Kanwil Ditjenpas Kalimantan Barat (Kalbar).
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta menuturkan, partisipasi ini menjadi bukti nyata komitmen Rutan Pontianak dalam mendukung program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Melalui berbagai produk hasil karya, warga binaan menunjukkan bahwa proses pembinaan tidak hanya bersifat pembatasan, tetapi juga pemberdayaan.
1. Hasil karya warga binaan dipamerkan

Sejumlah hasil karya dari warga binaan pemasyarakatan (WBP) dipamerkan dalam acara di Kanwil Ditjenpas Kalbar.
“Beragam produk kreatif ditampilkan dalam bazar tersebut, mulai dari kerajinan tangan hingga hasil karya bernilai ekonomi lainnya,” jelasnya, Senin (13/4/2026).
Setiap produk menjadi representasi dari proses pembinaan yang berkelanjutan, yang mampu melahirkan karya-karya produktif, berkualitas, dan layak bersaing.
2. Ada sayur, kopi, hingga kerajinan tangan

Antusiasme pengunjung terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Respon positif yang diberikan tidak hanya menjadi apresiasi terhadap kualitas produk, tetapi juga menjadi motivasi tambahan bagi warga binaan untuk terus mengembangkan potensi dan keterampilan mereka.
Produk hasil karya warga binaan yang dipamerkan di antaranya adalah sayur-sayuran, makanan, keripik, kue, kopi, hingga kerajinan tangan seperti bakul, dan lain sebagainya.
3. Buka peluang untuk warga binaan setelah keluar lapas

Melalui keikutsertaan dalam bazar ini, Rutan Pontianak menegaskan bahwa pemasyarakatan bukan semata-mata tentang menjalani masa pidana.
“Lebih dari itu, pemasyarakatan adalah proses membangun harapan, membekali keterampilan, serta membuka peluang bagi warga binaan untuk mendapatkan kesempatan kedua dalam kehidupan,” tukasnya.
Kegiatan ini, kata Jayanta, diharapkan dapat terus memperkuat citra pemasyarakatan sebagai sistem yang humanis, produktif, dan berorientasi pada masa depan yang lebih baik bagi setiap warga binaan.


















