Geger di Medsos! Isu Teror Pocong di Pontianak, Ini Respons Polisi

Pontianak, IDN Times – Isu mengenai teror pocong yang disebut-sebut mulai muncul di sejumlah wilayah di Pontianak, Kalimantan Barat, belakangan ramai diperbincangkan di media sosial dan grup WhatsApp.
Beberapa lokasi yang dikaitkan dengan kabar tersebut di antaranya kawasan Jalan Ampera, Jeruju, hingga Sungai Kakap. Informasi yang beredar pun membuat sebagian warga merasa resah.
Menanggapi isu tersebut, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto menegaskan hingga kini pihak kepolisian belum menerima laporan resmi terkait adanya aksi teror pocong di wilayah Kota Pontianak.
“Sampai saat ini belum ada laporan, baik melalui layanan 110 maupun laporan langsung ke Polresta ataupun Polsek,” ujar Endang, Jumat (29/5/2026).
1. Diduga pocong teror bawa sajam

Meski belum ada laporan resmi, polisi mengaku tetap memantau perkembangan informasi yang beredar di media sosial, termasuk isu mengenai sosok pocong yang disebut membawa senjata tajam dan mendatangi rumah warga.
“Namun saya melihat di media sosial bahwa ada teror pocong, di mana pocong tersebut membawa senjata tajam. Apabila memang ada di wilayah Kota Pontianak, tentunya tim kami akan langsung bergerak,” katanya.
2. Antisipasi gangguan teror pocong

Sebagai langkah antisipasi, Polresta Pontianak memperkuat Tim Jatanras untuk menjaga keamanan dan merespons cepat jika ditemukan gangguan kamtibmas.
“Saya sudah perkuat Tim Jatanras, yang awalnya satu perwira sekarang menjadi dua perwira. Mudah-mudahan kalau memang ada, bisa segera kami ungkap,” tegasnya.
Kapolresta juga memastikan pihak kepolisian akan mengambil tindakan tegas apabila aksi tersebut terbukti membahayakan masyarakat.
“Kami tidak segan-segan, kalau memang bisa membahayakan nyawa masyarakat, kami akan beri tindakan tegas dan terukur,” lanjutnya.
3. Imbau warga tetap tenang dan tak panik

Endang mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya. Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Apabila ada aksi teror tentunya silakan lapor ke 110 agar kami bisa langsung datang. Nanti bisa dihitung berapa menit kecepatan petugas hadir di TKP,” ujarnya.
Ia berharap isu tersebut tidak berkembang menjadi keresahan yang berlebihan di tengah masyarakat.
“Jadi jangan khawatir. Mudah-mudahan aksi teror ini berakhir kalau memang ada. Tapi kalau memang belum ada, mudah-mudahan tidak terjadi di wilayah Pontianak,” pungkasnya.


















