Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Demo Tolak Tunjangan DPR RI di Pontianak Ricuh, Mahasiswa dan Aparat Terluka

IMG_0514.jpeg
Aparat lepaskan gas air mata saat aksi demo di Pontianak. (IDN Times/istimewa).

Pontianak, IDN Times - Aksi demo yang digelar oleh ratusan mahasiswa dan masyarakat ke kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), pada Rabu (27/8/2025) berakhir ricuh. Suasana semakin tak kondusif ketika aparat menembakkan gas air mata ke hadapan demonstran.

Aksi unjuk rasa tersebut menyuarakan sejumlah tuntutan, seperti pencabutan tunjangan DPR RI, percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset, serta peningkatan gaji guru dan dosen. Pada demo itu, sejumlah mahasiswa dan aparat mengalami luka-luka.

1. Keluhan para demonstran ke gedung DPRD Kalbar

IMG_0513.jpeg
Aksi demo tolak tunjangan DPR RI di Pontianak ricuh. (IDN Times/istimewa).

Korlap Solmapadar, Sultan Akbar, mengatakan aksi ini sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap DPR RI yang dinilai lebih mementingkan kesejahteraan anggota dewan dibanding rakyat.

“Hari ini aliansi mahasiswa Kalbae dan Solmapadar turun ke jalan untuk menuntut pembatalan kenaikan tunjangan DPR RI. Presiden Prabowo sudah menyerukan efisiensi anggaran, tapi justru DPR menambah tunjangan mereka. Kami marah dan geram melihat kebijakan ini,” tegasnya.

Kondisi masyarakat Kalbar saat ini, kata Sultan, masih jauh dari pemerataan pembangunan, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

“Masyarakat masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, tapi DPR justru memperbesar tunjangan. Hal ini jelas tidak relevan dengan kondisi hari ini,” ungkapnya.

2. Ketua DPRD Kalbar tak dapat temui massa aksi

IMG_0512.jpeg
Ratusan mahasiswa di Pontianak lakukan aksi demo. (IDN Times/istimewa).

Pada aksi demo tersebut, Zulfydar hadir sebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat mewakili Ketua DPRD Kalbar yang tak dapat hadir kehadapan massa aksi karena suatu kegiatan. Zulfydar bilang dirinya sebagai perwakilan akan menemui mahasiwa massa aksi dan mendengarkan tuntutan mahasiswa.

“Saya disini hadir kehadapan mahasiswa, sebagai perwakilan ketua kami yang memang saat ini tidak dapat hadir,” katanya.

‎Dia juga mengatakan bahwa, dirinya juga turut mengapresiasi seluruh massa aksi yang sudah menyuarakan tuntutan massa aksi.

‎”Saya sangat mengapresiasi atas tuntutan yang dilayangkan mahasiswa dalam maa aksi ini,” sebutnya.

3. Aparat tembakkan gas air mata

d503bf2a-8960-4266-85c0-fe9bdf519f2f.jpeg
Sejumlah polisi dan mahasiswa alami luka saat aksi demo di Pontianak. (IDN Times/istimewa).

Aksi demo yang semulanya damai berujung ricuh, kericuhan diduga dipicu saat masa melemparkan sejumlah botol mineral kemasan, batu, termasuk fasilitas publik seperti tanaman, dan mendesak untuk masuk ke dalam Kantor DPRD Provinsi Kalbar untuk bertemu para dewan.

Aparat keamanan yang berjaga langsung membentuk barikade untuk menghalau pergerakan masa. Ketegangan tak terhindarkan saat mahasiswa terus mendorong barikade dan melemparkan botol plastik serta spanduk ke arah aparat.

Karena situasi tak kondusif, aparat akhirnya melepaskan tembakan gas air mata yang beterbangan ke udara. Hingga membuat masa berhamburan berlarian ke arah jalan.

Untuk menertibkan massa, aparat juga menurunkan kendaraan water cannon dan berkali-kali mengimbau melalui pengeras suara agar peserta aksi segera membubarkan diri.

4. Polisi dan mahasiswa alami luka-luka

a92af76a-386a-495d-9cf9-22511546c13d.jpeg
Mahasiswa terkena gas air mata saat aksi demo di Pontianak. (IDN Times/istimewa).

Atas aksi demo berujung ricuh tersebut, sejumlah aparat dan mahasiswa mengalami luka-luka akibat desak-desakan, hingga semburan gas air mata.

Hingga pukul 17.50 WIB, masa telah berhasil dibubarkan secara bertahap. Jalan Ayani 1, yang sebelumnya hanya dibuka satu jalur untuk aktivitas lalu lintas, kemudian dibuka dua jalur. Dan para petugas gabungan tetap bersiaga mengamankan area gedung dewan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us