Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Depresi hingga Skizofrenia, Kenali Gejala Gangguan Mental sebelum Terlambat

Depresi hingga Skizofrenia, Kenali Gejala Gangguan Mental sebelum Terlambat
ilustrasi pria depresi (pexels.com/Kelly)
Share Article

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental terus meningkat, terutama di kalangan generasi milenial dan Gen Z. Kini, kesehatan mental tak lagi dianggap sebagai topik yang tabu untuk dibahas.

Sama seperti kesehatan fisik, kondisi mental yang sehat berperan penting dalam menunjang kualitas hidup. Seseorang dengan kesehatan mental yang baik cenderung lebih produktif, mampu mengelola emosi, serta lebih siap menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari.

Sayangnya, stigma terhadap gangguan mental masih membuat banyak orang enggan mencari bantuan. Padahal, gangguan mental merupakan kondisi medis yang nyata dan dapat ditangani melalui terapi maupun pendampingan yang tepat.

Berikut lima gangguan kesehatan mental yang paling sering dijumpai beserta gejalanya.

1. Depresi

Ilustrasi orang depresi  - Ayo Yogya
Ilustrasi orang depresi - Ayo Yogya

Depresi bukan sekadar merasa sedih atau mengalami suasana hati yang buruk. Kondisi ini merupakan gangguan suasana hati yang dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, hingga menjalani aktivitas sehari-hari.

Gejala yang umum dialami antara lain:

  • Perasaan sedih atau murung yang berlangsung dalam waktu lama.
  • Kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai.
  • Mudah lelah dan kehilangan energi.
  • Gangguan tidur.
  • Nafsu makan menurun atau meningkat.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Muncul rasa bersalah atau tidak berharga secara berlebihan.
  • Memiliki pandangan negatif terhadap masa depan.
  • Pada kondisi tertentu dapat muncul keinginan menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.

Apabila gejala tersebut berlangsung selama berminggu-minggu dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga profesional.

2. Gangguan kecemasan

ilustrasi depresi karena jomblo (pexels.com/MART PRODUCTION)
ilustrasi depresi karena jomblo (pexels.com/MART PRODUCTION)

Merasa cemas merupakan hal yang wajar. Namun, apabila kecemasan muncul secara berlebihan, sulit dikendalikan, dan berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat mengarah pada gangguan kecemasan.

Beberapa gejala yang sering muncul meliputi:

  • Kekhawatiran berlebihan terhadap berbagai hal.
  • Jantung berdebar, sesak napas, atau nyeri di perut.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Gangguan tidur akibat rasa cemas yang terus muncul.

Gangguan kecemasan dapat memengaruhi kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan baik.

3. Gangguan obsesif kompulsif

ilustrasi depresi (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi depresi (pexels.com/Andrea Piacquadio)

OCD merupakan gangguan mental yang ditandai dengan munculnya pikiran obsesif yang mendorong seseorang melakukan tindakan tertentu secara berulang.

Contoh perilaku yang sering ditemukan antara lain:

  • Berulang kali memeriksa pintu atau kompor karena takut lupa mengunci atau mematikannya.
  • Terus-menerus mencuci tangan karena takut terpapar kuman.

Perilaku tersebut bukan sekadar kebiasaan, melainkan dapat menjadi tanda gangguan yang memerlukan penanganan medis.

4. Gangguan afektif bipolar

Ilustrasi orang depresi (pexels.com/Daniel Reche)
Ilustrasi orang depresi (pexels.com/Daniel Reche)

Gangguan bipolar ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrem, mulai dari fase mania hingga depresi.

Saat berada pada fase mania, seseorang dapat mengalami:

  • Perasaan sangat bahagia atau percaya diri secara berlebihan.
  • Energi yang meningkat drastis.
  • Banyak berbicara dan sulit diam.
  • Sulit tidur tetapi tidak merasa lelah.
  • Bertindak impulsif.

Sementara pada fase depresi, penderita dapat mengalami gejala yang mirip dengan depresi pada umumnya, seperti kehilangan semangat, merasa putus asa, hingga sulit menjalani aktivitas.

Dengan pengobatan dan terapi yang tepat, penderita bipolar tetap dapat menjalani kehidupan secara produktif.

5. Skizofrenia

ilustrasi gairah seks menurun (freepik.com/wavebreakmedia_micro)
ilustrasi gairah seks menurun (freepik.com/wavebreakmedia_micro)

Skizofrenia merupakan gangguan mental serius yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku.

Gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Halusinasi, seperti mendengar atau melihat sesuatu yang tidak nyata.
  • Delusi atau keyakinan yang tidak sesuai dengan kenyataan.
  • Pola pikir dan cara berbicara yang tidak teratur.
  • Kesulitan membedakan antara kenyataan dan imajinasi.

Meski tergolong gangguan yang serius, skizofrenia dapat dikendalikan melalui pengobatan, terapi, dan dukungan dari keluarga maupun lingkungan sekitar.

Apabila Anda atau orang terdekat mengalami gejala-gejala gangguan mental yang berlangsung cukup lama hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.

Psikolog dan psikiater dapat membantu melakukan pemeriksaan, memberikan terapi, serta menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.

Gangguan kesehatan mental bukanlah sesuatu yang perlu disembunyikan. Sama seperti penyakit fisik, kondisi ini dapat ditangani dengan perawatan yang tepat. Semakin cepat mendapatkan pertolongan, semakin besar peluang seseorang untuk pulih dan kembali menjalani hidup dengan baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono

Latest News Kalimantan Timur

See More

Depresi hingga Skizofrenia, Kenali Gejala Gangguan Mental sebelum Terlambat

29 Jun 2026, 09:00 WIBNews