Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Didukung Korea Selatan, Smart City Cooperation Center Dibangun di IKN
Kawasan menuju Istana Negara di Ibukota Nusantara, Sabtu (20/7/2026). (IDN Times/Sri.Wibisono)

Nusantara, IDN Times - Indonesia dan Korea Selatan memperkuat kerja sama pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui pembangunan Smart City Cooperation Center (SCCC) atau Pusat Kerja Sama Kota Cerdas.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan SCCC merupakan bagian dari program strategis untuk mendukung pengembangan IKN sebagai kota pintar modern.

"Indonesia dan Korea Selatan bekerja sama membangun Smart City Cooperation Center (SCCC) di IKN," kata Basuki dilaporkan Antara di Sepaku, Jumat (19/6/2026).

1. Pengenalan teknologi perkotaan modern

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono. (Dok. Otorita IKN)

Menurut dia, fasilitas tersebut tidak hanya menjadi pusat pengembangan teknologi kota cerdas, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pendidikan dan pengenalan teknologi perkotaan modern dari Korea Selatan.

Basuki berharap SCCC dapat menjadi pusat kolaborasi jangka panjang antara Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan ekosistem kota pintar.

SCCC akan dilengkapi berbagai fasilitas, seperti laboratorium digital dan lingkungan, ruang demonstrasi solusi smart city, hingga pusat pengembangan teknologi yang mendukung pembangunan ibu kota baru.

Pembangunan gedung SCCC ditargetkan berlangsung selama 10 bulan dan selesai pada akhir 2027.

2. Alokasi hibah dari Korea Selatan

Kawasan perkotaan Ibukota Nusantara, Sabtu (19/6/2026). (IDN TImes/Sri Wibisono)

Proyek tersebut didanai melalui hibah kerja sama Korea Selatan senilai 9,9 miliar won atau sekitar Rp115,94 miliar. Dari jumlah itu, sekitar 5,5 miliar won atau setara Rp64,41 miliar dialokasikan untuk pembangunan gedung.

Gedung SCCC akan berdiri di atas lahan dengan luas bangunan sekitar 1.098 meter persegi dan terdiri atas dua lantai. Lantai pertama akan difungsikan sebagai pusat ruang kontrol (control room) dan ruang pertemuan, sedangkan lantai kedua menjadi area pameran teknologi serta laboratorium kecerdasan buatan dan robotika (AI & Robotics Lab).

Sementara itu, area luar gedung akan dimanfaatkan sebagai lokasi urban farming yang menjadi bagian dari demonstrasi penerapan teknologi kota cerdas.

Selain pembangunan fisik, program hibah tersebut juga mencakup penyusunan Smart City Masterplan dan Smart Building Protocol oleh Korea Institute of Civil Engineering and Building Technology (KICT), serta penyelenggaraan Nusantara Smart City Forum dan program peningkatan kapasitas oleh University of Seoul.

3. Sarana kerja sama antara dua negara

ilustrasi kota modern (pexels.com/Vinícius Pimenta)

Director Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MoLIT) Korea Selatan, Choi Jung-won, mengatakan SCCC akan menjadi sarana transfer pengetahuan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan jejaring akademik, serta peningkatan kerja sama kedua negara di bidang kota pintar.

Ia menambahkan, pengalaman Korea Selatan dalam membangun Kota Sejong sebagai salah satu kota pintar modern dapat menjadi referensi bagi pengembangan IKN.

"SCCC diharapkan menjadi ruang kolaborasi jangka panjang antara Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan teknologi dan inovasi kota cerdas di IKN," ujar Choi Jung-won.

Editorial Team

Related Article