Samarinda, IDN Times - Pesta demokrasi dalam hitungan bulan. Sembilan daerah di Kaltim, kecuali Penajam Paser Utara, bersiap memilih pemimpinnya untuk lima tahun ke depan. Sayangnya pelaksanaan pilkada dalam bayang-bayang virus corona atau COVID-19. Permintaan penundaan agenda ini akhirnya mengemuka. Pasalnya berisiko dari sisi kesehatan, nyawa jadi taruhan.
“Hingga sampai sekarang belum ada wacana penundaan (pilkada) dari KPU RI, sebab kebijakan yang dikeluarkan pasti berjenjang. Jadi pihaknya hanya melaksanakan aturan perundang-undangan saja. Pilkada tetap dilanjutkan,” kata Iffa Rosita, komisioner KPU Kaltim saat dikonfirmasi pada Jumat (2/10/2020) petang.
