Dituduh Tak Objektif, Penilaian Juri LCC 4 Pilar Tuai Sorotan Warganet

Pontianak, IDN Times - Keputusan dewan juri dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar menuai protes dari peserta Grup C yang berasal dari SMAN 1 Pontianak Kalimantan Barat.
Protes muncul setelah jawaban yang dinilai salah oleh juri ternyata memiliki substansi serupa dengan jawaban peserta lain yang justru diberikan poin penuh.
Insiden itu terjadi ketika pembawa acara membacakan pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
1. Jawaban sama tapi disalahkan dewan juri

Pertanyaan yang diajukan oleh MC berbunyi, “BPK dipilih dari dan oleh anggota, namun untuk menjadi anggota BPK keterkaitan dengan perwakilan daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?”
Perwakilan Grup C kemudian menjawab, “Anggota-anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh presiden,” ucap salah satu peserta.
Namun, dewan juri langsung menyatakan jawaban tersebut salah dan memberikan nilai minus lima kepada Grup C.
Tak lama berselang, pertanyaan yang sama dilempar kepada Grup B, peserta dari SMAN 1 Sambas. Peserta Grup B memberikan jawaban yang pada intinya serupa dengan jawaban Grup C. Kali ini, dewan juri menyatakan jawaban benar dan memberikan nilai 10 poin.
2. Sampaikan protes dan keberatan

Keputusan tersebut langsung dipertanyakan oleh peserta Grup C. Mereka menyampaikan keberatan karena merasa telah memberikan jawaban yang sama dengan Grup B.
“Izin? Tadi kami menjawabnya sama seperti regu B,” ujar peserta Grup C di hadapan panitia dan dewan juri.
Menanggapi protes itu, dewan juri menyatakan bahwa pada jawaban awal Grup C tidak terdengar penyebutan “Dewan Perwakilan Daerah” atau DPD. Peserta Grup C membantah dan menegaskan bahwa unsur tersebut telah disebutkan dalam jawaban mereka.
“Jadi dewan juri tadi berpendapat nggak ada itu Dewan Perwakilan Daerah,” kata salah satu juri.
“Ada,” jawab peserta Grup C.
Situasi sempat memanas ketika peserta Grup C meminta pendapat dari penonton terkait apakah penyebutan DPD terdengar atau tidak. Namun, pembawa acara menegaskan bahwa keputusan tetap berada di tangan dewan juri.
“Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja. Nanti mungkin bisa dilihat tayangan ulangnya setelah acara selesai,” ujar MC.
3. Sebut artikulasi penting

Sementara itu, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi, Indri Wahyuni, menyatakan bahwa sejak awal peserta telah diingatkan untuk memperhatikan artikulasi saat menjawab pertanyaan.
“Dewan juri kalau menurut kalian sudah, tapi menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, artinya dewan juri berhak memberikan nilai -5,” ujarnya.
Meski demikian, insiden tersebut memunculkan dugaan ketidakobjektifan dalam penilaian lomba. Berita ini viral di media sosial, warga menyoroti ketidakadilan dalam LCC ini.
Sejumlah peserta dan penonton menilai seharusnya ada mekanisme verifikasi ulang, terutama karena jawaban yang diberikan kedua kelompok dinilai memiliki inti yang sama.


















