Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dua Hari Melonjak Tajam, Kasus COVID-19 di Kaltim Kembali Melandai
Ilustrasi APD (IDN Times/Candra Irawan)

Samarinda, IDN Times - Dua hari berturut-turut alami lonjakan tajam, kasus virus corona atau COVID-19 di Kaltim kembali melandai. Hanya ada penambahan satu kasus positif pada Jumat (5/6).

“Dengan demikian jumlah kasus di Kaltim ada 317 orang terkonfirmasi COVID-19,” kata Andi Muhammad Ishak, juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kaltim dalam keterangan persnya via Zoom pada Jumat petang.

1. Angka kesembuhan di Kaltim nyaris 60 persen

Andi Muhammad Ishak, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim (IDN Times/Yuda Almerio)

Sayangnya, kata dia, penambahan kasus ini tidak diikuti dengan naiknya angka pasien sembuh dari virus corona. Jumlahnya tetap 184 orang. Padahal beberapa hari sebelumnya selalu demikian. Tapi bila melihat tren persentasenya selalu naik.

“Kini sudah ada 58 persen. Doakan saja makin banyak pasien sembuh,” imbuhnya.

2. Angka ODP dan PDP COVID-19 masih terus bertambah

Petugas mengecek proses swab test yang baru dilakukan dari seorang tenaga medis. IDN Times/Candra Irawan

Lebih lanjut dijelaskan Andi, lonjakan kasus hanya terjadi dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19. Khusus ODP, jumlahnya kini menjadi 10.662 kasus atau bertambah 88 ODP. Dari jumlah itu sebanyak 10.266 orang selesai menjalani pemantauan dan tersisa 396 jalani observasi.

“Sementara PDP totalnya 788 kasus dan yang masih proses laboratorium ada 239 orang,” sebutnya.

3. Taat jalankan protokol kesehatan wabah corona segera berakhir

Ilustrasi virus corona (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja).

Dia menegaskan, potensi bertambahnya angka positif COVID-19 selalu ada karena itu warga diminta selalu waspada. Selalu terapkan protokol kesehatan, pakai masker saat berada di luar rumah, hindari kerumunan dan selalu ingat perilaku hidup bersih sehat (PHBS).

"Jika taat saja, kasus COVID-19 ini cepat berakhir," pungkasnya. 

Editorial Team

Related Article