Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ekspor Perikanan Kaltim Rp230 Miliar, Didorong Jalur Langsung ke Cina

Ekspor Perikanan Kaltim Rp230 Miliar, Didorong Jalur Langsung ke Cina
Ilustrasi perikanan (pexels.com/Mitchell Soeharsono)
Share Article

Samarinda, IDN Times - Penerbangan langsung (direct call) dari Kalimantan Timur ke Wenzhou, Tiongkok, terbukti meningkatkan ekspor produk perikanan segar dari Bumi Etam. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim mencatat volume ekspor melalui jalur udara kini mencapai 56 ton per bulan.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim Irma Listiawati mengatakan, keberadaan penerbangan langsung menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas komoditas perikanan yang dikirim ke pasar internasional.

"Penerbangan langsung ini sangat penting untuk mempertahankan kesegaran produk perikanan hingga tiba di negara tujuan. Saat ini ekspor perikanan Kaltim melalui jalur udara masih terfokus ke Wenzhou, China," kata Irma dilaporkan Antara di Samarinda, Senin (22/6/2026).

1. Layanan kargo udara ekspor

89070b4f-30e7-4253-a638-0f7f44a34b93.jpeg
Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim, Irma Listiawati. (Dok. Pemprov Kaltim)

Layanan kargo udara khusus ekspor tersebut mulai beroperasi sejak 14 Mei 2026 melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Penerbangan dilakukan secara rutin dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis.

Dalam sekali penerbangan, pesawat kargo mampu mengangkut komoditas perikanan antara 7 hingga 12 ton. Kehadiran jalur langsung ini memangkas waktu pengiriman karena tidak lagi melalui transit domestik yang berpotensi menurunkan kualitas produk segar.

Komoditas yang mendominasi ekspor melalui jalur udara antara lain belut, kepiting bakau, dan berbagai jenis ikan segar yang memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional.

2. Produk perikanan jadi andalan di Kaltim

ilustrasi udang windu
ilustrasi udang windu (vecteezy.com/Bigc Studio)

Sementara itu, produk perikanan beku seperti udang windu dan udang pink masih diekspor melalui jalur laut menggunakan kontainer berpendingin atau reefer container.

Irma menegaskan, peningkatan ekspor juga didukung konsistensi para pelaku usaha daerah dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan pasokan komoditas.

DKP Kaltim mengapresiasi peran eksportir lokal, di antaranya CV 3A dan PT Atlas Agung Abadi, yang terus menjaga standar mutu produk agar memenuhi persyaratan pasar ekspor.

3. Ekspor perikanan di Kaltim tumbuh positif

Ilustrasi ekspor
Ilustrasi ekspor (pexels.com/Wolfgang Weiser)

Secara kumulatif, kinerja ekspor sektor perikanan Kaltim sepanjang Januari hingga Mei 2026 menunjukkan tren positif. Total volume ekspor tercatat mencapai 1.262 ton dengan nilai transaksi sebesar Rp230 miliar.

Dari jumlah tersebut, udang windu masih menjadi komoditas ekspor utama dengan volume pengiriman 769,9 ton dan nilai ekspor mencapai Rp173,3 miliar.

Peningkatan ekspor melalui jalur udara serta kuatnya permintaan pasar terhadap produk perikanan Kaltim dinilai semakin memperkuat posisi daerah sebagai salah satu sentra perikanan berorientasi ekspor di kawasan Indonesia Timur.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono

Latest News Kalimantan Timur

See More

Jangan Nego sebelum Tahu Ini! 5 Cara Bisa Mengubah Hasil Kesepakatanmu

27 Jun 2026, 19:00 WIBNews