Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gak Mempan Meski Diguyur Hujan, Kabut Asap Kiriman Masih Selimuti Pontianak

Kota Balikpapan
Gak Mempan Meski Diguyur Hujan, Kabut Asap Kiriman Masih Selimuti Pontianak
Asap tebal akibat karhutla masih menyelimuti Kalbar. (IDN Times/Teri).
Share Article

Pontianak, IDN Times - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pontianak masih menyelimuti. Pemerintah Kota Pontianak masih memantau kualitas udara sebelum menentukan langkah lanjutan terkait aktivitas belajar siswa.

Hujan deras yang mengguyur Kota Pontianak belum sepenuhnya mengusir kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, hujan yang turun sehari sebelumnya cukup merata dan lebat. Kondisi itu sempat membuatnya berharap kualitas udara di Pontianak membaik.

“Pontianak sudah hujan kemarin, cukup merata dan lebat juga. Saya sudah senang, mendinginkan Kota Pontianak dan sekitarnya. Tapi ternyata masih ada asap,” kata Edi, Kamis (20/8/2026).

  1. 1. Tak ada titik api, Pontianak dapat asap kiriman

    IMG_1762.jpeg
    Kabut asap selimuti Kota Pontianak. (IDN Times/Teri).

    Menurut Edi, asap yang menyelimuti Pontianak diduga bukan berasal dari titik kebakaran di dalam wilayah kota. Berdasarkan pemantauan BMKG, saat ini tidak ditemukan titik kebakaran lahan di Kota Pontianak.

    “Hasil pengamatan BMKG kan di Pontianak tidak ada kebakaran lahan lagi. Nol. Tapi di kabupaten masih terjadi, nah ini yang dari kabupaten masih terjadi kiriman,” ujarnya.

    Kondisi tersebut membuat Pemkot Pontianak tetap mewaspadai perubahan kualitas udara, terutama pada malam hari. Edi menyebut kualitas udara pada siang hingga pagi hari masih berada pada kategori sedang, tetapi sempat memburuk pada malam hari.

    “Kalau pantauan kualitas udara sih sedang. Malam memang sangat tidak sehat, tetapi kalau paginya masih sedang,” katanya.

  2. 2. Sekolah masih tatap muka

    IMG_0014.jpeg
    Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. (IDN Times/Teri).

    Untuk saat ini, Pemkot Pontianak belum kembali menerapkan pembelajaran daring. Siswa masih diperbolehkan mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah.

    Namun, kebijakan tersebut dapat berubah apabila kualitas udara kembali memburuk.

    Edi menegaskan, keselamatan dan kesehatan siswa menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menentukan pola pembelajaran di tengah kondisi kabut asap.

    “Sementara anak-anak masih sekolah, kita lihat lagi perkembangannya. Kalau makin buruk kita online lagi,” tegasnya.

  3. 3. Imbau masyarakat kurangi aktivitas di luar ruangan

    IMG_1763.jpeg
    Kabut asap karhutla selimuti Pontianak. (IDN Times/Teri).

    Pemkot Pontianak akan terus mengevaluasi kualitas udara dan perkembangan karhutla di wilayah Kalbar. Jika asap kiriman semakin pekat dan kondisi udara masuk kategori yang berisiko bagi kesehatan, pembelajaran daring kembali menjadi opsi untuk melindungi siswa dari paparan udara buruk.

    Dengan masih adanya karhutla di sejumlah kabupaten, kondisi kabut asap di Pontianak pun masih berpotensi berubah.

    Pemerintah mengimbau masyarakat tetap memantau informasi kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara kembali memburuk.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More