Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kabut Asap Belum Reda, Pemprov Kalbar Bidik Korporasi Pembakar Lahan

Kota Pontianak
Kabut Asap Belum Reda, Pemprov Kalbar Bidik Korporasi Pembakar Lahan
Petugas lakukan upaya pemadaman karhutla. (IDN Times/istimewa).
  • Pemprov Kalbar menyiapkan sanksi tegas hingga pencabutan izin bagi korporasi yang terbukti membakar lahan, dengan koordinasi bersama kepolisian.
  • Wagub Krisantus meminta perusahaan menjaga konsesi tanpa pembakaran, sambil menegaskan pengawasan berbasis fakta dan praduga tak bersalah karena asap mengancam kesehatan.
  • Gubernur Ria Norsan mengandalkan OMC dengan tiga pesawat, serta dukungan TNI, Polri, dan BPBD; titik kebakaran dilaporkan mulai berkurang, termasuk di Ketapang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pontianak, IDN Times - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menegaskan akan menindak tegas korporasi yang terbukti melakukan pembakaran lahan hingga memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan mengatakan pengawasan terhadap aktivitas pembakaran lahan akan diperketat, terutama di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

“Kita akan berikan tindakan tegas kepada korporasi-korporasi,” tegas Krisantus, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, perusahaan yang terbukti melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar dapat dikenai sanksi. Pemprov Kalbar juga membuka opsi mengevaluasi perizinan perusahaan hingga mencabut izin operasional.

“Kita akan berikan sanksi tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang membersihkan lahan dengan cara dibakar. Kalau sampai ditemukan akan kita koordinasikan dengan kepolisian, akan kita tindak tegas, kita akan evaluasi izinnya, bahkan sampai pencabutan izin,” ujarnya.

  1. 1. Pemprov tak segan cabut izin koorporasi

    IMG_8304.jpeg
    Gubernur Kalbar, Ria Norsan. (IDN Times/Teri).

    Krisantus menilai penanganan karhutla tidak seharusnya hanya mengarah kepada masyarakat peladang. Menurutnya, pengawasan juga harus menyasar korporasi yang mengelola lahan dalam skala besar.

    “Selama ini kan peladang jadi kambing hitam. Tapi jujur saya katakan yang menyebabkan kebakaran bukan peladang, tapi memang korporasi,” katanya.

    Ia meminta perusahaan bertanggung jawab menjaga konsesi masing-masing dan tidak menggunakan metode pembakaran dalam membuka maupun membersihkan lahan.

    Krisantus juga menyoroti dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat. Asap yang ditimbulkan kebakaran dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu kesehatan warga.

    “Karena asap itu untuk kesehatan umat manusia. Bukan cuma di Kalbar, seluruh umat manusia butuh udara yang bersih agar kita menjadi sehat,” ujarnya.

    Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tetap mengedepankan prinsip praduga tak bersalah. Setiap dugaan pembakaran lahan akan terlebih dahulu diawasi dan diverifikasi berdasarkan kondisi di lapangan.

    “Belum bisa kita simpulkan bahwa disengaja atau tidak, tapi yang jelas akan kita lakukan pengawasan terhadap pembakaran lahan di Kalbar,” katanya.

  2. 2. Fokus pemerintah dalam menangani karhutla

    2fb6f237-8d8b-4909-b7d2-e51704ef7fa0.jpeg
    Kebakaran lahan di Kalbar. (IDN Times/istimewa).

    Sementara itu, Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan pemerintah terus memperkuat penanganan karhutla bersama TNI, Polri, BPBD, dan sejumlah pihak terkait.

    “Sekarang saya lihat juga kepolisian, TNI juga berupaya untuk membantu masyarakat memadamkan api,” kata Norsan.

    Selain pemadaman di lapangan, Pemprov Kalbar mengandalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu mendatangkan hujan di wilayah terdampak karhutla.

    Norsan menyebut Kalbar mendapat dukungan tiga pesawat untuk pelaksanaan OMC. Dua pesawat ditempatkan untuk membantu penanganan karhutla di Ketapang, sedangkan satu pesawat digunakan untuk wilayah Kalbar lainnya.

    “Kita ada OMC pesawat untuk benih hujan pakai garam. Ada dapat tiga, dua kita serahkan di Ketapang, satu untuk kita,” ujarnya.

  3. 3. Penanganan karhutla di Ketapang

    4a2c02e6-1fb1-442b-b129-99216e6424c6.jpeg
    Wagub Kalbar, Krisantus Kurniawan. (IDN Times/Teri).

    Menurut Norsan, kondisi karhutla di Ketapang mulai membaik setelah berbagai upaya penanganan dilakukan. Pemantauan satelit BPBD juga menunjukkan titik kebakaran di sejumlah wilayah Kalbar mulai berkurang.

    “Ketapang sekarang berangsur pulih dan di daerah kita sudah mulai tidak terlalu parah kebakarannya. Saya lihat dari satelit BPBD itu alhamdulillah sudah tidak terlalu parah,” katanya.

    Norsan berharap hujan alami segera turun untuk membantu proses pemadaman. Ia juga mengajak masyarakat turut berdoa agar hujan segera mengguyur wilayah Kalbar.

    “Dalam waktu dekat hujan alam akan turun. Di samping kita berusaha, kita minta masyarakat masjid untuk berdoa minta hujan, salat istisqa,” pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More