Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hanta Virus Terdeteksi di Ketapang, Dinkes Pastikan Tak Menular Antar-manusia
Suasana di RSUD Agoes Djam Ketapang. (IDN Times/istimewa).

Ketapang, IDN Times - Kasus pertama Hantavirus di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mengejutkan masyarakat setelah seorang warga dilaporkan meninggal dunia akibat terpapar virus tersebut.

Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang mengonfirmasi kasus itu terjadi pada Maret 2026. Korban sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang sebelum akhirnya meninggal dunia.

1. Satu warga Ketapang positif Hanta Virus

Satu warga Ketapang terpapar Hanta Virus. (IDN Times/istimewa).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira, mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium memastikan pasien positif terinfeksi Hanta Virus.

“Pasien sempat dirawat di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang dan meninggal dunia. Selain terpapar Virus Hanta, pasien juga memiliki penyakit penyerta yang memperburuk kondisi kesehatannya,” ujar dr. Feria, Senin (18/5/2026).

Menurut dia, kepastian infeksi diketahui setelah sampel pasien diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan Salatiga. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien positif terinfeksi virus tersebut.

2. Diduga korban tertular dari virus

Satu warga Ketapang dilaporkan terpapar Hanta Virus. (IDN Times/istimewa).

Dr. Feria menjelaskan, Hanta Virus ditularkan dari tikus ke manusia dan tidak menular melalui kontak antar-manusia. Penularan dapat terjadi akibat paparan urin, kotoran, maupun air liur tikus yang mencemari lingkungan atau makanan.

“Penularannya dari tikus ke manusia, bukan dari manusia ke manusia. Jadi masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus waspada,” katanya.

Pasca-penemuan kasus tersebut, tim kesehatan langsung melakukan penelusuran di lingkungan tempat tinggal korban. Sejumlah warga di sekitar lokasi juga menjalani pemeriksaan untuk mengantisipasi adanya penularan lanjutan.

Namun, hasil pemeriksaan tidak menemukan kasus positif tambahan di sekitar tempat tinggal korban.

“Hasil pemeriksaan terhadap warga di sekitar lokasi tidak ditemukan adanya kasus positif lainnya,” tegasnya.

3. Imbau warga jaga kebersihan rumah

Suasana di RSUD Agoes Djam Ketapang. (IDN Times/istimewa).

Meski belum ditemukan penyebaran lanjutan, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan. Warga diimbau rutin membersihkan rumah dan halaman, tidak membiarkan sampah menumpuk, serta menutup akses masuk tikus ke dalam rumah.

Selain itu, makanan dan minuman juga diminta disimpan dengan baik agar tidak terkontaminasi kotoran maupun urin tikus yang berpotensi membawa virus.

“Pastikan rumah tetap bersih, sampah jangan menumpuk, dan tutup akses tikus masuk ke rumah,” pungkas

Editorial Team