Andi Muhammad Ishak, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim (IDN Times/Yuda Almerio)
Kasus pertama, warga Balikpapan berjenis kelamin perempuan dengan usia 60 tahun. Positif virus corona dengan gejala demam, batuk, muntah, lesu, sakit kepala, sesak napas, serta terdapat gambaran pneumonia. Dirawat di RSUD Beriman Balikpapan pada 22 Juli 2020 lalu. Pengambilan sampel swab dilakukan sehari kemudian. Dan terkonfirmasi positif COVID-19 pada 31 Juli 2020. Sehari setelah dinyatakan positif, kondisi pasien memburuk dan meninggal dunia pukul 05.30 Wita.
Pada hari yang sama pasien pria berusia 71 tahun positif virus corona juga dalam kondisi krisis di Rumah Sakit Siloam Balikpapan. Warga Kota Beriman yang terkonfirmasi positif pada 30 Juli 2020 lalu. Punya gejala infeksi saluran pernapasan akut dengan penyakit komorbid diabetes melitus serta kardiovaskuler. Nyawanya tak tertolong lagi. Pasien meninggal dunia pukul 08.30 Wita.
Duka berlanjut sehari setelahnya, pada 2 Agustus 2020, dua nyawa pasien positif COVID-19 kembali hilang. Adalah Pasien dari RSUD Beriman dan RSUD Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD). Keduanya sama-sama memiliki gejala ISPA. Dan meninggal dunia pada hari yang sama. Kata Andi, kasus pasien yang meninggal di Balikpapan merupakan bagian dari 46 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Balikpapan pada 2 Agustus 2020.
“Secara keseluruhan ada 83 kasus positif baru di Kaltim. Dengan demikian akumulasinya menjadi 1.516 kasus,” imbuhnya.