IPB Juara di Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2024

Balikpapan, IDN Times - Keseruan final Liga Debat Mahasiswa 2024 IDN Times yang digelar pada Kamis (6/6/2024) berlangsung hingga penghujung acara. Tim dari Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil keluar sebagai juara pertama.
"IPB University meraih juara pertama Liga Debat Mahasiswa 2024," kata Ketua Panelis Liga Debat Mahasiswa 2024 Dorien Kartikawangi, Kamis (6/6/2024).
1. Pertarungan IPB dan UGM berlangsung ketat

Dorien menjelaskan, IPB mengalahkan UGM dengan perbedaan poin yang sangat tipis. Guru Besar Universitas Atmajaya Jakarta ini menyatakan, sebagai tim pro, IPB berhak membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp10 juta, bersama plakat dan sertifikat.
IPB memperoleh nilai 83,44 poin, hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan Universitas Gajah Mada (UGM) yang mendapatkan 82,27 poin.
2. Tim UGM membawa pulang uang pembinaan Rp8 juta

Perwakilan tim debat UGM yang meraih juara kedua berhasil membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp8 juta, bersama plakat dan sertifikat. Sementara itu, juara ketiga diraih oleh UIN Syarif Hidayatullah yang membawa uang pembinaan sebesar Rp6 juta.
"Kami bangga bisa bertemu Generasi Z yang sebelumnya sering disebut generasi lebay dan instan, namun ternyata ada bibit-bibit potensial seperti ini. Saya sangat menyukai IDN Times karena dapat mempertemukan kita dengan generasi muda yang potensial," ujarnya.
3. Penilaian Liga Debat Mahasiswa IDN Times

Panelis Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2024 terdiri dari Dorien Kartikawangi (Universitas Atma Jaya), Prigi Arisandi (Founder Ecoton), dan Kiara Putri Mulia (Program Manager FPCI Climate Unit).
Dorien menjelaskan empat parameter penilaian Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2024:
Relevansi dengan tema
Elaborasi dan referensi
Respons
Ketepatan waktu
Menurut Dorien, kedua kelompok mahasiswa memiliki kompetensi yang seimbang, meskipun di awal debat, beberapa peserta sempat melupakan posisi kelompok Gen Z sesuai tema.
"Keduanya memiliki referensi yang kredibel, namun ada beberapa yang mengulang dan membingungkan apakah mereka pro atau kontra. Namun, itulah dinamika debat yang memaksa untuk berpikir cepat," paparnya.



















