Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kabut Asap, Murid TK hingga SMP di Pontianak Belajar Daring

Kota Balikpapan
Kabut Asap, Murid TK hingga SMP di Pontianak Belajar Daring
Siswa di Pontianak memakai masker saat kabut asap. (IDN Times/istimewa).
  • Mulai 24 Agustus 2026, murid PAUD/TK hingga SMP dan pendidikan kesetaraan di Pontianak belajar dari rumah karena kabut asap karhutla membuat kualitas udara belum aman.
  • Pemkot menetapkan pembelajaran daring saat udara sangat tidak sehat hingga berbahaya; tatap muka dapat kembali digelar jika indeks kualitas udara mencapai kategori sedang.
  • Pemkot menunda kegiatan yang mengumpulkan warga, mengimbau pengurangan aktivitas luar ruangan, serta menyiagakan Posko Segar, puskesmas, dan rumah sakit untuk keluhan pernapasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pontianak, IDN Times - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti Kota Pontianak membuat aktivitas belajar mengajar kembali berubah. Mulai Senin (24/8/2026), murid PAUD/TK, SD, SMP, hingga pendidikan kesetaraan di Kota Pontianak kembali mengikuti pembelajaran dari rumah.

Keputusan tersebut diambil Pemerintah Kota Pontianak karena kualitas udara belum membaik dan dinilai belum aman bagi aktivitas anak-anak di luar ruangan. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan siswa selama kondisi udara masih terdampak kabut asap.

  1. 1. Kualitas udara tidak sehat

    IMG_0014.jpeg
    Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. (IDN Times/Teri).

    Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kesehatan peserta didik menjadi pertimbangan utama pemerintah. Edi mengatakan, kondisi udara yang belum membaik mulai berdampak terhadap masyarakat. Keluhan gangguan pernapasan, terutama pada warga yang sensitif terhadap ISPA, turut menjadi perhatian pemerintah.

    “Kita sudah mulai meliburkan kembali anak sekolah dari TK sampai SMP. Kalau SMA dan SMK menjadi kewenangan provinsi,” ujar Edi, Minggu (23/8/2026).

  2. 2. Pembelajaran tatap muka kembali digelar jika kualitas udara kategori sedang

    323de147-c76c-4db7-ba90-d1d51230d80d.jpeg
    Siswa SMP kenakan masker saat kabut asap. (IDN Times/istimewa).

    Edi mengatakan sekolah dapat menerapkan pembelajaran jarak jauh ketika indeks kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya. Sementara itu, pembelajaran tatap muka dapat kembali dilakukan ketika kualitas udara sudah berada pada kategori sedang.

    Sekolah tetap diminta memastikan proses belajar berjalan sesuai jadwal, dengan guru dapat menggunakan metode pembelajaran daring melalui kegiatan sinkronus maupun asinkronus. Untuk murid PAUD/TK, kegiatan belajar dilakukan dari rumah dengan melibatkan orangtua atau wali, serta memperhatikan siswa yang memiliki keterbatasan perangkat maupun jaringan internet agar tetap mendapatkan layanan pembelajaran.

  3. 3. Edi minta warga kurangi aktivitas di luar ruangan

    IMG_2002.jpeg
    Suasana kabut asap di Pontianak. (IDN Times/Teri).

    Tak hanya sekolah, Pemkot Pontianak juga menunda sejumlah kegiatan yang berpotensi mengumpulkan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi aktivitas warga di luar ruangan selama kualitas udara masih buruk.

    Di tengah kondisi tersebut, pemerintah juga menyiapkan Posko Segar sebagai tempat masyarakat mendapatkan bantuan. Posko ini menyediakan pemeriksaan kesehatan, oksigen gratis, serta sejumlah kebutuhan dasar. Edi mengimbau warga yang mengalami gangguan pernapasan untuk segera memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.

    “Kalau ada warga atau keluarga yang sesak, ayo datang ke Posko Segar. Termasuk di puskesmas dan rumah sakit juga sudah siaga bagi warga yang sensitif terhadap ISPA,” katanya.

    Pemkot Pontianak berharap hujan segera turun untuk membantu menekan kabut asap sekaligus mendukung upaya pemadaman karhutla.

    “Kita harapkan segera turun hujan, jadi tidak semakin parah,” tukasnya.

Share Article

Curated For You

Editorial Team

Related Articles

See More