Samarinda, IDN Times - Banjir bukan persoalan baru di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Tatkala hujan turun genangan melanda. Bahkan akhir Mei lalu bencana alam ini berdampak pada 47 ribu warga. Sebagian besar pilih mengungsi karena kediaman tak bisa ditempati.
Salah satu penyebab petaka ini ialah penyempitan badan Sungai Karang Mumus di segmen Pasar Segiri. Itulah yang jadi alasan Pemkot Samarinda kukuh dengan relokasi warga.
"Kondisi SKM sudah sangat memprihatinkan. Idealnya lebar sungai itu mencapai 40 meter, tapi kondisi saat ini hanya kisaran 25 meter saja,” kata Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin dalam keterangan pers yang diterima IDN Times pada Rabu (1/7) sore.