Saragi memaparkan, pembangunan jalan tol Balsam yang belum selesai dikerjakan ada di Seksi 1 dan Seksi 5. Dijelaskannya, Seksi 1 merupakan wilayah pembangunan jalan tol Balsam di Kilometer (Km) 38, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara.
Sedangkan Seksi 5 pembangunan jalan tol Balsam, yaitu dari Km 13 hingga Kelurahan Batakan, Balikpapan. “Kemudian untuk Seksi 2, 3 dan 4 sudah selesai 100 persen,” jelasnya.
Lebih rinci, lanjut dia, pembangunan tol Balsam yang belum selesai dikerjakan di Seksi 1, yakni soal jalannya. Masih ada kontur jalan yang belum dikeraskan, sehingga belum disedimentasi. Total panjang jalan di seksi ini yang belum disedimentasi sekitar 22 km.
“Termasuk juga aksesoris jalan, seperti rambu lalu lintas dan penerangan jalan itu belum terpasang di seksi 1,” lanjutnya.
Sedangkan di Seksi 5, disebutkan Saragi sedikitnya ada tiga hal yang menjadi masalah. Pertama soal tanah. Masih ada tanah di seksi ini yang rawan longsor, sehingga perlu penanganan lebih lanjut untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun luas tanah yang bermasalah di Seksi 5 tidak panjang. “Hanya 225 meter saja,” sebutnya.
Selain itu di Seksi 5 juga terdapat jembatan. Namun belum selesai dikerjakan lantaran baru konstruksi gelagarnya yang terpasang.
“Kemudian Seksi 5 juga ada overpass. Overpass jalan yang di atas itu tiga buah sudah terpasang, tapi belum ada jalan pendekatnya, onbreak namanya,” urainya.
Selain masalah-masalah di kedua seksi tersebut, masalah lainnya yaitu gerbang tol. Diketahui, jalan tol Balsam memiliki empat gerbang tol.
Gerbang tol pertama ada di Batakan, gerbang tol kedua di Km 13, gerbang tol ketiga di Samboja dan yang keempat di Kecamatan Palaran (Samarinda). “Semua gerbang tol belum selesai dikerjakan,” ungkapnya.
Namun begitu, Saragi optimis, semua masalah-masalah ini akan selesai pada Desember 2019. Sebab, waktu tersebut merupakan target yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah RI melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Kami juga sudah berbicara dengan pelaksana pekerjaan di lapangan, yakni dengan Wika selaku kontraktornya, kami usahakan untuk bisa diselesaikan tepat waktu,” tegasnya.