Cegah Karhutla Muncul Lagi, Satgas Lanud Sjamsudin Noor Memburu Bara

- Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor mengintensifkan pembasahan dan pendinginan lahan di Jalan Gubernur Syarkawi, Gambut, Banjar, untuk mencegah karhutla kembali menyala.
- Personel menyisir titik berasap dan membasahinya berulang kali, termasuk memakai metode undercooling dengan mengalirkan air ke lapisan gambut yang menyimpan bara.
- Penanganan rutin dinilai penting selama musim kemarau karena bara di bawah gambut dapat bertahan tanpa terlihat lalu memicu kebakaran saat lahan mengering.
Banjarbaru, IDN Times - Satgas Darat Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor terus mengintensifkan pembasahan dan pendinginan lahan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyala di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita mengatakan penanganan tidak berhenti setelah api di permukaan berhasil dipadamkan. Personel masih memburu titik panas yang berpotensi memicu munculnya api kembali.
"Memburu bara di balik kepulan asap menjadi bagian dari upaya Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor memastikan penanganan karhutla tidak berhenti ketika api di permukaan telah padam," kata Hilman dilaporkan Antara di Banjarbaru, Jumat (2/10/2026).
1. Menyisir lokasi masih mengepulkan asap

Ilustrasi foto udara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di deliniasi atau perbatasan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Kamis (10/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/tom Personel menyisir area terdampak untuk menemukan titik yang masih mengeluarkan asap. Setelah ditemukan, lokasi tersebut dibasahi berulang kali untuk memastikan panas yang tersisa benar-benar mereda.
Khusus pada lahan gambut, Satgas menggunakan metode undercooling atau suntik gambut. Metode ini dilakukan dengan mengalirkan air hingga menembus lapisan gambut yang berpotensi menyimpan bara.
2. Mencegah karhutla saat cuaca kering

Prajurit TNI AU melakukan proses pendinginan kebakaran lahan di kawasan Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (10/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/tom. Cara tersebut bertujuan menekan sumber panas di bawah permukaan sekaligus mencegah bara kembali memicu kebakaran ketika lahan mengering.
Hilman mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor dalam mengendalikan karhutla. Pembasahan dan pendinginan dilakukan secara rutin, terutama di lokasi yang masih mengeluarkan asap dari dalam lahan gambut.
3. Penanganan secara dini menjadi penting

Foto udara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di deliniasi atau perbatasan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Kamis (10/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/tom. Menurutnya, penanganan menjadi semakin penting selama musim kemarau karena kebakaran di lahan gambut tidak selalu terlihat dari permukaan. Bara dapat bertahan di dalam lapisan tanah dan kembali menyala ketika kondisi lahan kembali kering.
"Melalui kesiapsiagaan dan penanganan yang berkelanjutan, Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor terus memperkuat upaya pengendalian karhutla," tegas Hilman.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















