Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kaltim Raup Rp173 Miliar dari Ekspor Udang Windu Sepanjang 2026

Kaltim Raup Rp173 Miliar dari Ekspor Udang Windu Sepanjang 2026
ilustrasi udang windu (vecteezy.com/Bigc Studio)
Share Article

Samarinda, IDN Times - Provinsi Kalimantan Timur mencatat ekspor udang windu sebanyak 769,9 ton ke berbagai negara selama periode Januari hingga Mei 2026. Komoditas unggulan sektor perikanan tersebut menghasilkan nilai ekspor mencapai Rp173,3 miliar.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur, Irma Listiawati, mengatakan udang windu masih menjadi komoditas ekspor perikanan terbesar dari Kaltim sepanjang lima bulan pertama tahun ini.

"Udang windu menjadi komoditas dominan dengan volume ekspor mencapai 769,9 ton selama Januari hingga Mei 2026 dengan nilai Rp173,3 miliar," kata Irma dilaporkan Antara di Samarinda, Selasa (16/62026).

1, Menopang kinerja ekspor daerah

89070b4f-30e7-4253-a638-0f7f44a34b93.jpeg
Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim, Irma Listiawati. (Dok. Pemprov Kaltim)

Selain udang windu, empat komoditas perikanan lainnya turut menopang kinerja ekspor daerah, yakni udang pink, ikan kerapu segar, ikan bawal putih segar, dan udang putih.

Irma menyebut ekspor udang pink mencapai 239,2 ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp31,6 miliar. Sementara itu, pengiriman ikan kerapu segar tercatat sebanyak 89,3 ton dengan nilai ekspor Rp7,4 miliar.

Adapun bawal putih segar membukukan volume ekspor 59,7 ton senilai Rp6,7 miliar. Sedangkan udang putih melengkapi lima besar komoditas ekspor perikanan Kaltim dengan volume pengiriman 27,7 ton dan nilai mencapai Rp4,7 miliar.

2. Tujuan ekspor perikanan di Kaltim

Ilustrasi perikanan
Ilustrasi perikanan (pexels.com/Mitchell Soeharsono)

Menurut Irma, produk perikanan Kaltim saat ini dipasarkan ke 12 negara tujuan ekspor. Sejumlah negara yang menjadi pasar utama antara lain Jepang, Amerika Serikat, Taiwan, Cina, dan Malaysia.

Untuk mendukung distribusi komoditas segar ke pasar internasional, Kaltim telah memiliki layanan penerbangan ekspor langsung dari Balikpapan menuju Wenzhou, Cina.

"Guna mempercepat jalur distribusi komoditas segar, terdapat fasilitas penerbangan ekspor langsung dari Balikpapan menuju Wenzhou, Cina," ujarnya.

3. Proses distribusi produk perikanan

Kapal nelayan di laut
Ilustrasi kapal nelayan dan aktivitas perikanan tangkap yang menjadi potensi ekspor utama Cilacap (unsplash.com/Natalia Gonzalez)

Layanan direct call tersebut menggunakan armada Cargo Rimbun yang beroperasi rutin dua kali dalam sepekan. Fasilitas ini dimanfaatkan untuk mengirim produk perikanan yang membutuhkan waktu distribusi cepat agar kualitasnya tetap terjaga.

"Pengiriman kargo udara cepat ini dikhususkan untuk produk unggulan yang harus dikirim dalam kondisi segar seperti belut, kepiting, dan ikan segar," kata Irma.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono

Latest News Kalimantan Timur

See More

Ingin Lebih Unggul setelah Lulus? Lakukan 5 Hal Ini selama Kuliah

17 Jun 2026, 22:15 WIBNews