Samarinda, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda mengingatkan masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemarau panjang dan kering.
Kondisi tersebut dipicu oleh fenomena El Nino kuat yang berpotensi diperkuat Indian Ocean Dipole (IOD) positif). BMKG memprediksi pengaruh El Nino dapat bertahan hingga awal 2027.
Prakirawan BMKG Samarinda, Fatuh Hidayatullah, mengatakan El Nino merupakan anomali peningkatan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur yang berada di atas kondisi normal.
"El Nino ini telah berada pada kondisi aktif dan intensitas kuat. Indeks Nino 3,4 sudah mencapai 1,56, sedangkan batas (threshold) untuk kategori kuat adalah 1,5," kata Fatuh dilaporkan Antara di Samarinda, Senin (10/8/2026).
