Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rumah Tetap Menyala di Tengah Blackout, Pria Ini Pakai 7 Panel Surya

Rumah Tetap Menyala di Tengah Blackout, Pria Ini Pakai 7 Panel Surya
Ferdy, warga Pontianak andalkan panel surya. (IDN Times/Teri).
Share Article

Pontianak, IDN Times - Ketika pemadaman listrik bergilir masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat (Kalbar), rumah Ferdy, warga Kota Pontianak, tetap terang. Rahasianya bukan genset, melainkan tujuh panel surya yang telah dia pasang sejak 2010.

Di saat banyak warga harus menyesuaikan aktivitas akibat pasokan listrik yang terbatas, Ferdy justru tetap dapat menjalankan berbagai kebutuhan rumah tangga, terutama pada siang hari. Energi matahari menjadi sumber utama listrik yang menopang aktivitas sehari-hari.

“Kalau siang tidak ada masalah karena semuanya berjalan otomatis menggunakan panel surya. Paling saat malam hari, saya membatasi penggunaan listrik, seperti untuk lampu dan mengisi daya telepon genggam,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).

1. Matahari Pontianak melimpah jadi keputusan Ferdy buat panel surya

afbdb841-0fc2-4b3d-8db3-ce52f10d6592.jpeg
Panel surya di atas rumah warga Pontianak. (IDN Times/Teri).

Ferdy mengatakan keputusan beralih ke tenaga surya didasari potensi sinar matahari di Kota Pontianak yang melimpah sepanjang tahun.

Menurutnya, energi matahari menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan listrik dari PLN, terlebih saat terjadi pemadaman bergilir.

Ia menjelaskan, seluruh instalasi panel surya di rumahnya dibangun secara mandiri. Peralatan dibeli sedikit demi sedikit sesuai kemampuan keuangan, sedangkan proses pemasangan dipelajari secara otodidak dengan memahami dasar-dasar kelistrikan.

2. Kelistrikan jadi hemat 40 persen

IMG_5912.jpeg
Warga Pontianak manfaatkan panel surya saat pemadaman bergilir. (IDN Times/Teri).

Saat ini Ferdy menggunakan tujuh panel surya dengan total kapasitas sekitar 700 watt peak (Wp). Dalam kondisi cuaca cerah, sistem tersebut mampu menghasilkan sekitar 3.500 watt-jam energi listrik per hari atau setara sekitar lima jam produksi optimal. Ketika cuaca mendung, listrik tetap dapat diproduksi meski kapasitasnya menurun.

Dengan sistem hibrida yang diterapkannya, sekitar 40 persen kebutuhan listrik rumah dipasok dari panel surya, sementara sisanya masih berasal dari jaringan PLN. Skema tersebut membuat tagihan listrik bulanannya berkurang sekitar 30 hingga 40 persen.

“Dengan tenaga surya kita bisa lebih mandiri, tidak terlalu bergantung pada listrik PLN. Selain itu juga lebih hemat biaya dan saat ini saya tidak terlalu terdampak dengan adanya pemadaman bergilir,” terangnya.

3. Hasil otodidak, rumahnya sering jadi tempat edukasi pelajar

IMG_5922.jpeg
Di tengah pemadaman bergilir, warga Pontianak manfaatkan panel surya. (IDN Times/Teri).

Meski menawarkan banyak keuntungan, Ferdy mengingatkan pemasangan panel surya harus dilakukan sesuai standar keselamatan. Instalasi yang tidak tepat dapat memicu kabel panas, korsleting hingga kebakaran.

Menurutnya, biaya investasi panel surya kini juga jauh lebih terjangkau dibanding saat pertama kali memasangnya pada 2010.

Jika dahulu satu panel dibanderol sekitar Rp3,5 juta, kini harganya sudah turun sehingga semakin mudah diakses masyarakat yang ingin memanfaatkan energi terbarukan.

Tak hanya memasang untuk kebutuhan rumah sendiri, Ferdy juga aktif membagikan pengetahuan tentang energi surya kepada masyarakat dan pelajar.

“Biasanya banyak anak sekolah datang kesini untuk edukasi seputar panel surya. Anak-anak SD sampai SMA,” terangnya.

Ia kerap membantu proses instalasi sekaligus mengenalkan dasar-dasar pembangkit listrik tenaga surya kepada warga yang ingin belajar memanfaatkan energi matahari sebagai sumber listrik alternatif.

Share Article
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News Kalimantan Timur

See More

Rumah Tetap Menyala di Tengah Blackout, Pria Ini Pakai 7 Panel Surya

09 Jul 2026, 18:06 WIBNews