Menuju Swasembada Pangan, Kaltim Perluas Sawah hingga Ribuan Hektare

Samarinda, IDN Times - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menargetkan terwujudnya swasembada pangan melalui percepatan perluasan areal persawahan, peningkatan produktivitas pertanian, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah pusat.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, saat menerima kunjungan silaturahmi Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2026).
1. Komitmen Pemprov Kaltim menuju swasembada pangan
Seno menegaskan, seluruh pemangku kepentingan harus bekerja bersama untuk memenuhi target swasembada pangan yang telah ditetapkan pemerintah. Menurutnya, petani dan penyuluh pertanian memiliki peran strategis sehingga perlu terus mendapatkan dukungan dan motivasi.
"Sesuai arahan Menteri Pertanian, Kalimantan Timur harus mampu mewujudkan swasembada pangan. Yang terpenting sekarang adalah memastikan target tersebut benar-benar tercapai. Sudah saatnya kita memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan kepada para petani melalui peningkatan pendapatan mereka," kata Seno dalam akun IG Pemprov Kaltim.
Ia menilai keberhasilan mencapai swasembada pangan tahun ini akan menjadi tonggak penting bagi Kalimantan Timur dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
Selain mendorong peningkatan produksi, Pemprov Kaltim juga siap mendukung pembenahan aset milik Kementerian Pertanian di Kalimantan Timur. Namun, Seno berharap seluruh unit kerja Kementerian Pertanian dapat memperkuat sinergi agar percepatan program swasembada pangan berjalan lebih optimal.
2. Pembenahan aset pertanian di Kalimantan Timur

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kaltim, Fahmi Himawan, mengatakan strategi menuju swasembada pangan tidak hanya dilakukan melalui optimalisasi lahan yang sudah ada, tetapi juga dengan membuka kawasan persawahan baru.
Ia mengungkapkan, sepanjang periode 2025 hingga 2026, Pemprov Kaltim telah berhasil mencetak sekitar 1.000 hektare sawah baru. Pada tahun 2026, luas tersebut kembali bertambah menjadi sekitar 2.300 hektare melalui kerja sama dengan TNI.
"Target kami, seluruh pekerjaan selesai pada September mendatang sehingga lahan bisa langsung ditanami. Dengan begitu, panen perdana diharapkan sudah dapat dilakukan pada akhir tahun ini. Saat ini kami juga terus melakukan survei, investigasi, dan penyusunan desain sebagai bagian dari pengembangan kawasan sawah baru," jelas Fahmi.
3. Pengembangan pertanian di Kaltim

Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, sekitar 60 persen dari total potensi lahan seluas 12.800 hektare dinilai layak dikembangkan menjadi areal persawahan baru.
Fahmi optimistis perluasan lahan tersebut akan meningkatkan produksi padi secara signifikan. Dengan asumsi indeks pertanaman mencapai dua hingga 2,5 kali per tahun dan produktivitas rata-rata 4,7 ton gabah per hektare, Kalimantan Timur diyakini memiliki peluang besar untuk mewujudkan swasembada pangan dalam beberapa tahun ke depan.



















