Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menteri UMKM Puji Kaltim, Pelaku Usaha Akui Urus Izin Lebih Mudah

Menteri UMKM Puji Kaltim, Pelaku Usaha Akui Urus Izin Lebih Mudah
ilustrasi UMKM makin naik kelas (pexels.com/Julia M Cameron)
Share Article

Balikpapan, IDN Times - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menilai Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai daerah yang ramah terhadap pelaku UMKM. Penilaian tersebut didasarkan pada pengalaman para pelaku usaha dalam mengakses layanan perizinan dan sertifikasi yang dinilai cepat serta mudah.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengaku terkejut setelah mendengar langsung pengakuan para pelaku UMKM di Kaltim terkait kualitas pelayanan yang mereka terima dari pemerintah daerah.

"Saya cukup kaget. Dari pengakuan teman-teman pelaku UMKM di sini, mereka mendapatkan pelayanan yang sangat cepat dan mudah," kata Maman saat membuka Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro dalam akun IG Pemprov Kaltim, Rabu (17/6/2026).

1. Kemudahan berusaha pelaku UMKM

Menurut Maman, kemudahan yang dirasakan pelaku usaha mencerminkan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama pemerintah kabupaten dan kota dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kebijakan, terobosan, dan langkah positif yang dilakukan Pemprov Kaltim maupun pemerintah kabupaten dan kota sudah bisa kita kategorikan sebagai daerah yang ramah terhadap UMKM," ujarnya.

2. Program prioritas Pemprov Kaltim

WhatsApp Image 2025-09-10 at 15.17.31 (1).jpeg
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud memberikan keterangan kepada wartawan terkait kemungkinan penyusutan transfer ke daerah dari pusat. (IDN Times/Erik Alfian)

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mengatakan penguatan sektor UMKM menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah pada 2026. Berbagai program telah disiapkan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha, mulai dari pendampingan koperasi hingga pengembangan pasar ekspor.

Pemprov Kaltim, kata Rudy, menjalankan Program Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi, termasuk pendampingan koperasi modern dan koperasi sektor riil.

Selain itu, pemerintah daerah juga melaksanakan Program Pengembangan UMKM dan Bimbingan Teknis (Bimtek) UKM Ekspor dengan target menjangkau 100 pelaku usaha pada tahun ini.

"Kami memberikan fasilitas sertifikasi, kemitraan, serta penguatan literasi digital bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing dan menembus pasar yang lebih luas," kata Rudy.

3. Program pengembangan ekspor

Ilustrasi ekspor
Ilustrasi ekspor (pexels.com/Wolfgang Weiser)

Untuk memperluas akses pasar internasional, Pemprov Kaltim juga menggelar berbagai program pengembangan ekspor, di antaranya partisipasi dalam Trade Expo Indonesia, business matching, serta pendampingan bagi eksportir dan calon eksportir asal Kaltim.

Di sisi lain, program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu terus diperluas ke seluruh kabupaten dan kota. Program tersebut telah berjalan di Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara, serta akan dilanjutkan ke Bontang, Penajam Paser Utara, dan daerah lainnya.

Rudy menambahkan, pemerintah daerah juga tengah membangun Pusat Distribusi Provinsi sebagai upaya memperkuat rantai pasok dan pemasaran produk lokal. Dokumen Detail Engineering Design (DED) proyek tersebut telah rampung pada 2025, sementara pembangunan sarana dan prasarana tahap pertama dijadwalkan dimulai pada 2026.

"Kami berharap berbagai program ini dapat memperkuat ekosistem UMKM sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur," ujarnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono

Latest News Kalimantan Timur

See More

Jangan Nego sebelum Tahu Ini! 5 Cara Bisa Mengubah Hasil Kesepakatanmu

27 Jun 2026, 19:00 WIBNews