Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Meski Kemarau Datang, PPU Optimistis Produksi Padi Tembus 50 Ribu Ton
ilustrasi seorang petani yang menanam padi di sawah (pexels.com/Mongkon Duangkhiew)

Penajam, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, melakukan sejumlah langkah mitigasi untuk menghadapi musim kemarau 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mempercepat masa tanam padi, termasuk mendorong penggunaan varietas yang tahan terhadap kekeringan dan kadar asam tanah yang tinggi.

Kepala Dinas Pertanian PPU, Rozihan Asward, mengatakan kondisi cuaca saat ini sudah memasuki musim kemarau meski hujan masih terjadi di sejumlah wilayah.

"Saat ini diprediksi sudah memasuki musim kemarau, tetapi hujan masih turun," kata Rozihan dilaporkan Antara di Penajam, Senin (8/6/2026).

1. Ancaman kemarau di wilayah PPU

Ratusan hektare sawah di Desa Sumber Sari, Kecamatan Babulu, PPU terendam banjir. (IDN Times/Ervan)

Meski demikian, ia menilai potensi gagal panen akibat kemarau tidak terlalu signifikan. Percepatan tanam yang dilakukan diharapkan membuat sebagian petani dapat memanen padi sebelum puncak musim kemarau berlangsung.

"Dengan percepatan tanam, saat memasuki puncak kemarau pada Agustus 2026, sebagian lahan sudah memasuki masa panen," ujarnya.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau 2026 dimulai sejak April dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus.

2. Pemanfaatan benih unggul di PPU

Rozihan Asward (IDN Times/Ervan)

Selain percepatan tanam, pemerintah daerah juga menginstruksikan petani untuk menggunakan benih padi yang lebih adaptif terhadap kondisi kekeringan dan tingkat keasaman tanah yang tinggi.

Untuk mendukung upaya tersebut, Dinas Pertanian PPU telah menyiapkan puluhan unit pompa air guna mengantisipasi kekeringan lahan pertanian selama musim kemarau.

3. Revitalisasi masa tanam padi di PPU

Pejabat PDAM PPU beserta sejumlah pejabat OPD terkait meninjau perluasan bendungan Sotek Kecamatan Penajam antisipasi musim kemarau (IDN Times/Ervan Masbanjar)

Pada musim tanam pertama periode Oktober 2025 hingga Maret 2026, realisasi tanam padi mencapai 7.118 hektare atau melampaui target 7.000 hektare. Produktivitas padi petani tercatat berkisar antara 3,5 hingga 5 ton per hektare.

Sementara itu, musim tanam kedua periode April hingga September 2026 saat ini masih berlangsung. Pemerintah Kabupaten PPU menargetkan produksi padi tahun 2026 mencapai 50.329 ton gabah kering panen (GKP).

Editorial Team

Related Article