Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pelatihan OIKN Dongkrak Ekonomi Warga IKN, Omzet Rp10 Juta per Bulan

Pelatihan OIKN Dongkrak Ekonomi Warga IKN, Omzet Rp10 Juta per Bulan
Para alumni pelatihan kue dan roti foto bersama Deputi Alimuddin dan Direktur Conrita Ermanto (IDN Times/Ervan)
Share Article

Penajam, IDN Times - Pelatihan keterampilan yang diselenggarakan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Kementerian Tenaga Kerja melalui UPT Balai Pelatihan Vokasi dan Produksi (BPVP) Samarinda terbukti membawa dampak positif bagi warga IKN. Salah satu peserta, Linda Mayasari, kini mampu meraup penghasilan bersih hingga Rp6 juta per bulan dari usaha kue dan roti yang ia rintis.

“Setelah mengikuti pelatihan pembuatan kue dan roti yang digelar OIKN dan BPVP Samarinda, saya bisa memperoleh penghasilan bersih Rp6 juta per bulan,” ujar Linda dalam acara silaturahmi dan evaluasi alumni pelatihan, Rabu (12/2/2025) di Sepaku.

1. Sebelumnya hanya memperoleh Rp 1,5 juta

Jalannya kegiatan  silaturahmi dan evaluasi alumni peserta pelatihan roti dan kue OIKN (IDN Times/Ervan)
Jalannya kegiatan silaturahmi dan evaluasi alumni peserta pelatihan roti dan kue OIKN (IDN Times/Ervan)

Linda menceritakan, awalnya ia hanya berjualan secara online karena keterbatasan peralatan. Namun, seiring meningkatnya penjualan, ia berhasil melengkapi peralatan produksi dan menyewa ruko di pasar desanya. Kini, omzet usahanya mencapai Rp10 juta per bulan, dengan keuntungan bersih sekitar Rp6 juta.

“Sebelum ikut pelatihan, penghasilan saya mentok di Rp1,5 juta per bulan. Sekarang jauh lebih meningkat. Pesanan juga datang tidak hanya dari desa, tetapi juga dari luar daerah, termasuk pemerintah dan swasta untuk acara rapat,” tambahnya.

Cerita serupa juga datang dari Yayu, warga Desa Bukit Raya, Sepaku. Setelah mengikuti pelatihan pengolahan makanan, ia berhasil merintis usaha camilan berbahan dasar jamur tiram dengan merek Arista Snek. Meski masih dalam tahap awal dan pendapatannya belum besar, Yayu optimistis usahanya akan berkembang.

“Kami masih menghadapi kendala bahan baku karena jamur tiram harus didatangkan dari Jawa. Meskipun di Sepaku ada yang membudidayakan, hasilnya belum maksimal untuk diolah,” ungkapnya.

2. Terkendala bahan baku dan permodalan

Deputi Alimuddin saat melakukan pengecekan kegiatan pelatihan kue dan roti beberapa waktu lalu (IDN Times/Ervan)
Deputi Alimuddin saat melakukan pengecekan kegiatan pelatihan kue dan roti beberapa waktu lalu (IDN Times/Ervan)

Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, menegaskan bahwa program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga IKN. Ia menekankan pentingnya alumni pelatihan untuk terus mengembangkan usaha mereka.

“Kami ingin melihat hasil nyata dari pelatihan ini. Kalau ada kendala, seperti permodalan, bisa dikomunikasikan ke kami. Kami siap membantu menghubungkan dengan perbankan untuk mendapatkan modal tanpa agunan,” ujarnya.

Alimuddin juga mendorong para alumni untuk berinovasi dan bersaing dengan produk dari luar. “Jangan kalah dengan produk luar yang masuk ke IKN. Kalau ada kendala, laporkan ke kami. Kami bisa bantu fasilitasi lokasi berjualan, meskipun bukan untuk individu, melainkan dalam skala kelompok,” jelasnya.

Selain itu, OIKN juga telah melatih 32 orang tua siswa untuk mengolah makanan bergizi bagi program makan gratis Presiden RI. “Harapannya, makanan bergizi ini diolah sendiri oleh orang tua siswa agar kualitasnya terjaga,” tambahnya.

3. Siap fasilitas permodalan

Direktur Penmas OIKN, Conrita Ermanto berikan arahan kepada peserta pelatihan TMT DUDI (IDN Times/Ervan)
Direktur Penmas OIKN, Conrita Ermanto berikan arahan kepada peserta pelatihan TMT DUDI (IDN Times/Ervan)

Direktur Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Conrita Ermanto, menambahkan bahwa pelatihan pembuatan kue dan roti telah dilaksanakan sejak 2023 hingga 2024 di beberapa wilayah Sepaku dan Muara Jawa. Sebanyak 64 peserta dari berbagai desa telah mengikuti program ini, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.

“Kami berharap alumni pelatihan terus membaca peluang pasar dan mengembangkan usaha mereka agar semakin maju,” tutupnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ervan Masbanjar
Sri Gunawan Wibisono
Ervan Masbanjar
EditorErvan Masbanjar

Latest News Kalimantan Timur

See More

Ingin Terlihat Cerdas dan Berwibawa? Terapkan 4 Kebiasaan Ini

08 Jun 2026, 21:00 WIBNews