Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemerintah Siapkan KUR Perumahan UMKM agar Warga Terhindar dari Rentenir
Menteri Maruarar tambah kuota rumah subsidi di Kalbar. (IDN Times/istimewa).
  • Pemerintah meluncurkan skema KUR Perumahan bagi UMKM sektor perumahan dengan plafon pinjaman hingga Rp100 juta tanpa jaminan dan bunga 6 persen per tahun.
  • Program ini diharapkan memperkuat peran UMKM dalam pembangunan rumah rakyat serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir.
  • Pemerintah juga menambah kuota rumah subsidi di Kalimantan Barat menjadi 22.000 unit untuk mendorong ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
5 Maret 2026

Menteri PKP Maruarar Sirait mengumumkan skema KUR perumahan untuk UMKM dengan plafon di bawah Rp100 juta tanpa jaminan dan bunga 6 persen per tahun. Ia menjelaskan program ini bertujuan mempermudah pelaku usaha kecil dalam pembangunan rumah rakyat dan memperkuat rantai sektor perumahan.

Tahun depan

Pemerintah menargetkan peningkatan kuota rumah subsidi di Kalimantan Barat dari sekitar 8.957 unit menjadi 22.000 unit. Langkah ini diharapkan membantu masyarakat berpenghasilan rendah serta membuka peluang kerja bagi sekitar 100 ribu orang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah menyiapkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan bagi pelaku UMKM untuk mempermudah akses pembiayaan hingga di bawah Rp100 juta tanpa jaminan dengan bunga 6 persen per tahun.
  • Who?
    Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait bersama pemerintah pusat menjadi penggagas program KUR perumahan yang ditujukan bagi pelaku UMKM di sektor pembangunan rumah rakyat.
  • Where?
    Program ini diluncurkan secara nasional dengan salah satu fokus pelaksanaannya di Kalimantan Barat, termasuk peningkatan kuota rumah subsidi di wilayah tersebut.
  • When?
    Pengumuman program disampaikan pada Kamis, 5 Maret 2026, dengan target peningkatan pembangunan rumah subsidi mulai tahun depan.
  • Why?
    Kebijakan ini bertujuan memperkuat peran UMKM dalam pembangunan perumahan, memperluas lapangan kerja, serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman dari rentenir.
  • How?
    Pemerintah memberikan fasilitas pinjaman ringan tanpa jaminan melalui skema KUR perumahan dan menambah kuota rumah subsidi hingga 22.000 unit di Kalimantan Barat untuk mendukung ekonomi lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pontianak, IDN Times - Pemerintah menyiapkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan untuk mendukung pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di sektor perumahan. Melalui program ini, pelaku UMKM bisa mengakses pinjaman hingga di bawah Rp100 juta tanpa jaminan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengatakan, KUR perumahan tersebut memiliki bunga 6 persen per tahun atau sekitar 0,5 persen per bulan.

1. Permudah UMKM bangun rumah

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. (IDN Times/istimewa).

Skema ini, kata Maruarar diharapkan dapat mempermudah pelaku usaha kecil yang terlibat dalam pembangunan rumah rakyat.

“KUR perumahan untuk UMKM di bawah Rp100 juta tanpa jaminan. Bunganya 6 persen per tahun atau sekitar 0,5 persen per bulan,” ujar Maruarar, Kamis (5/3/2026).

Dia menjelaskan, fasilitas pembiayaan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran UMKM dalam rantai pembangunan perumahan, mulai dari penyedia bahan bangunan, jasa konstruksi, hingga usaha kecil di sekitar proyek pembangunan.

2. Berantas ruang untuk rentenir

Menteri Maruarar saat mendengarkan keluahan ibu-ibu di Pontianak. (IDN Times/istimewa).

Menurut Maruarar, jika program pembiayaan berjalan dengan baik, akses permodalan yang lebih mudah akan membantu pelaku usaha kecil berkembang sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman dari rentenir.

“Kalau ini berjalan baik, tidak ada lagi ruang untuk rentenir. Negara harus hadir dan bekerja cepat untuk rakyat,” katanya.

3. Tambah rumah subsidi di Kalbar

Pelaku usaha di Pontianak. (IDN Times/istimewa).

Selain menyiapkan KUR perumahan, pemerintah juga menambah kuota pembangunan rumah subsidi di Kalimantan Barat. Tahun depan, jumlahnya ditargetkan naik dari sekitar 8.957 unit menjadi 22.000 unit.

Peningkatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah layak huni, tetapi juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Maruarar memperkirakan, pembangunan 22.000 unit rumah bisa membuka peluang kerja bagi sekitar 100 ribu orang, jika setiap unit rumah rata-rata menyerap lima tenaga kerja.

Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan data, sumber daya manusia, serta mempercepat proses perizinan agar program-program perumahan tersebut dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.

Editorial Team