Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pengangguran Kaltim Diklaim Turun Jadi 5,24 Persen, Andalkan Pertanian

Kota Samarinda
Pengangguran Kaltim Diklaim Turun Jadi 5,24 Persen, Andalkan Pertanian
ilustrasi PHK, layoff, menganggur, pengangguran (magnific.com/freepik)
Intinya Sih
  • Tingkat Pengangguran Terbuka Kaltim pada Mei 2026 turun menjadi 5,24 persen dari 5,27 persen pada Februari, didorong peningkatan penyerapan tenaga kerja.
  • Pertanian, kehutanan, dan perikanan menyerap tenaga kerja terbesar dengan 19,01 persen; pendidikan mencatat tambahan pekerja tertinggi, sementara konstruksi kehilangan 20.540 pekerja.
  • Angkatan kerja mencapai 2,12 juta orang dan penduduk bekerja 2,01 juta orang; porsi pekerja formal naik menjadi 55,61 persen, sedangkan setengah pengangguran dan paruh waktu menurun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Samarinda, IDN Times -Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Mei 2026 mengalami penurunan menjadi 5,24 persen. Penurunan ini didorong oleh meningkatnya penyerapan tenaga kerja di sejumlah sektor usaha, terutama sektor pertanian dalam arti luas.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, Mas'ud Rifai, mengatakan TPT pada Mei 2026 turun 0,03 poin persentase dibandingkan Februari 2026 yang tercatat sebesar 5,27 persen.

"Tingkat pengangguran terbuka di Kaltim pada Mei tahun ini sebesar 5,24 persen, turun 0,03 persen dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 5,27 persen," kata Mas'ud dilaporkan Antara di Samarinda, Kamis (6/8/2026).

1. Penyerapan tenaga kerja di Kaltim

Pertumbuhan ekonomi Kaltim. (Dok. BPS Kaltim)
Pertumbuhan ekonomi Kaltim. (Dok. BPS Kaltim)

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Kaltim dengan kontribusi 19,01 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 17,40 persen, disusul sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,52 persen.

Jika dilihat dari penambahan jumlah pekerja sejak Februari 2026, sektor pendidikan mencatat kenaikan tertinggi dengan tambahan 13.382 tenaga kerja. Selanjutnya, sektor perdagangan besar dan eceran menyerap tambahan 11.799 pekerja, sedangkan sektor transportasi bertambah 9.948 pekerja.

Di sisi lain, sektor konstruksi menjadi lapangan usaha yang mengalami penurunan jumlah pekerja terbesar, yakni berkurang 20.540 orang. Lapangan pekerjaan utama yang secara absolut mengalami penurunan jumlah penduduk bekerja terbanyak adalah sektor konstruksi, yakni turun 20.540 orang.

2. Sektor konstruksi menjadi lapangan usaha yang mengalami penurunan

ilustrasi proyek infrastruktur, pekerja konstruksi
ilustrasi proyek infrastruktur, pekerja konstruksi (magnific.com/magnific)

Di sisi lain, sektor konstruksi menjadi lapangan usaha yang mengalami penurunan jumlah pekerja terbesar, yakni berkurang 20.540 orang.

"Lapangan pekerjaan utama yang secara absolut mengalami penurunan jumlah penduduk bekerja terbanyak adalah sektor konstruksi, yakni turun 20.540 orang," ujarnya.

Mas'ud menjelaskan, jumlah angkatan kerja di Kaltim pada Mei 2026 mencapai 2.124.284 orang atau bertambah 17.978 orang dibandingkan Februari 2026. Namun, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sedikit menurun sebesar 0,06 poin persentase pada periode yang sama.

Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 2.012.913 orang atau meningkat 17.699 orang dibandingkan Februari 2026. Struktur ketenagakerjaan masih didominasi sektor pertanian dan perdagangan.

3. Kontribusi tenaga kerja paling kecil

real estate agent
ilustrasi real estate agent (pexels.com/Alena Darmel)

Sebaliknya, sektor real estat menjadi lapangan usaha dengan kontribusi tenaga kerja paling kecil, yakni hanya 0,76 persen atau sebanyak 15.218 pekerja.

BPS juga mencatat jumlah pekerja di sektor formal mencapai 1.119.357 orang atau 55,61 persen dari total penduduk bekerja. Angka tersebut meningkat 0,16 poin persentase dibandingkan Februari 2026.

Selain tingkat pengangguran yang menurun, kualitas ketenagakerjaan juga menunjukkan perbaikan. Persentase pekerja setengah pengangguran turun 0,22 poin persentase, sementara pekerja paruh waktu berkurang 0,13 poin persentase dibandingkan Februari 2026.

"Selain jumlah pengangguran yang turun, persentase pekerja setengah pengangguran juga turun 0,22 persen, kemudian persentase pekerja paruh waktu turun 0,13 persen dibandingkan Februari 2026," kata Mas'ud.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More