Ilustrasi kelapa sawit. (IDN Times/Sunariyah)
Karenanya, Sri Wahyuni, meyakini Forum KPB ini membuat suatu komitmen bagaimana asesmen yang dilakukan menandakan subsektor perkebunan kelapa sawit yang dikelola itu adalah perkebunan yang berkelanjutan.
Karena menurut dia, kata-kata berkelanjutan berarti memastikan proses pengembangan kebun kelapa sawit, proses produksi sampai pemanfaatannya memperhatikan kaidah-kaidah lingkungan dan kegiatan usaha berkelanjutan.
Sri Wahyuni menceritakan saat dirinya di Kutai Kartanegara, pernah mengunjungi perkebunan kelapa sawit di Kembang Janggut dan Kota Bangun yang secara mandiri menghasilkan energi (listrik) dari limbah kelapa sawit.
Kalau di Kota Bangun, lanjutnya, limbah kelapa sawit yang dihasilkan untuk pembangkit listrik masih diperuntukkan memenuhi kebutuhan pabrik dan rumah-rumah karyawan yang berada di sekitar perusahaan.