Wagub Kaltim: Jangan Ragu Tekuni Ekonomi Kreatif, Ini Masa Depannya

Samarinda, IDN Times - Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji menegaskan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif (ekraf) akan menjadi salah satu motor penggerak perekonomian daerah di tengah menurunnya kontribusi sektor berbasis sumber daya alam (SDA).
Hal itu disampaikan Seno Aji saat menghadiri kegiatan Ruang Akhir Pekan bertema UMKM Weekend Kreatif Fair 2026 di Temindung Creative Hub, eks Bandara Temindung, Samarinda, Jumat (26/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Wakil Ketua Dekranasda Kaltim, Wahyu Hernaningsih Seno.
Kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur itu melibatkan puluhan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif sebagai wadah promosi, pemasaran, sekaligus pengembangan produk unggulan daerah.
1. Ruang produktif bagi pelaku UMKM
Seno mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Dinas Pariwisata tetap mampu menghadirkan ruang yang produktif bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan usaha, serta meningkatkan daya saing.
Ia juga menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi kekuatan utama dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dukungan datang dari komunitas UMKM, pelaku ekonomi kreatif, Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI), HIPMI, hingga sektor perbankan.
"Berdasarkan hasil survei BPS, ekonomi kreatif menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Kaltim. Karena itu, jangan ragu berkecimpung di sektor ini. Pertumbuhan ekonomi yang selama ini bertumpu pada sumber daya alam mulai menurun, sehingga UMKM dan ekonomi kreatif diharapkan menjadi ujung tombak pertumbuhan ekonomi daerah," kata Seno dalam akun IG Pemprov Kaltim.
2. Komitmen Pemprov Kaltim memperkuat UMKM

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen memperkuat sektor UMKM dan ekonomi kreatif melalui Program Jospol yang menjadi bagian dari visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim.
Program tersebut mencakup pengembangan kewirausahaan secara terpadu, mulai dari pelatihan bisnis, bantuan peralatan usaha, fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), hingga membuka akses kemitraan bagi pelaku usaha.
3. Kualitas daya saing UMKM di Kaltim

Menurut Seno, berbagai program itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan daya saing pelaku UMKM serta ekonomi kreatif agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, ia berharap kegiatan seperti UMKM Weekend Kreatif Fair juga dapat memotivasi generasi muda untuk lebih produktif dengan berkarya di sektor ekonomi kreatif, sehingga tidak hanya menghabiskan waktu menggunakan gawai.


















