Perkuat Kedaulatan Pangan, Kaltim Siapkan 20.000 Hektare Sawah Baru

Samarinda, IDN Times - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menetapkan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan pangan daerah pada tahun anggaran 2026. Salah satunya dengan menargetkan pembukaan lahan sawah baru seluas 20.000 hektare guna menjamin ketersediaan stok beras secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Fahmi Himawan, di Samarinda, Rabu, mengatakan kebijakan tersebut merupakan respons cepat daerah terhadap capaian swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Fokus kami pada 2026 bergeser secara signifikan. Jika sebelumnya mengutamakan optimalisasi lahan, kini kami mengerahkan sumber daya untuk ekstensifikasi melalui pencetakan sawah baru,” ujarnya diberitakan Antara, Rabu (14/1/2026).
1. Evaluasi penerapan program tahun lalu

Ia menjelaskan, keputusan untuk tidak lagi mengalokasikan anggaran optimalisasi lahan pada 2026 didasarkan pada keberhasilan pengelolaan 13.900 hektare lahan rawa sepanjang 2025. Program tersebut terbukti mampu meningkatkan indeks pertanaman (IP).
“Petani yang sebelumnya hanya panen sekali setahun, kini bisa berproduksi dua hingga tiga kali dalam setahun,” katanya.
Selain memperluas lahan, Pemprov Kaltim juga tetap memperhatikan keberlanjutan sawah yang telah ada. Rehabilitasi dilakukan terhadap lahan eksisting yang mengalami penurunan produktivitas.
“Kombinasi antara pencetakan sawah baru dan perbaikan infrastruktur pertanian menjadi kunci menjaga stabilitas pangan Kaltim ke depan,” jelas Fahmi.
2. Kemandirian pangan di Kaltim

Ia berharap program ini dapat berjalan optimal sehingga Kalimantan Timur mampu memenuhi kebutuhan beras secara mandiri tanpa bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Berdasarkan data Pemprov Kaltim dan Badan Pusat Statistik (BPS) per Januari 2026, kebutuhan beras Kaltim pada 2025 diperkirakan mencapai 390.000 hingga 400.000 ton per tahun. Sementara itu, produksi beras daerah diperkirakan berada di kisaran 158.000 hingga 177.000 ton.
3. Produksi gabah kering di Kaltim

Jika dihitung berdasarkan data Gabah Kering Giling (GKG), produksi padi Kaltim pada 2025 tercatat sebesar 272.590 ton GKG. Dengan capaian tersebut, produksi lokal baru mampu memenuhi sekitar 36 hingga 40 persen dari total kebutuhan masyarakat.
Kondisi ini membuat Kalimantan Timur masih mengalami defisit beras sekitar 222.000 ton per tahun, sehingga upaya perluasan dan peningkatan produktivitas pertanian menjadi kebutuhan mendesak.


















