Polres PPU Bongkar Jaringan Pengedar Narkoba, 12 Tersangka Diamankan

Penajam, IDN Times - Polres Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, berhasil mengungkap jaringan penyalahgunaan narkoba dalam dua bulan terakhir dengan menangkap 12 tersangka. Upaya pemberantasan ini juga diiringi penyitaan sejumlah barang bukti narkotika dari tangan para tersangka.
"Penangkapan ini merupakan hasil kerja keras dan komitmen jajaran Polres PPU dalam memerangi kejahatan narkoba yang mengancam masyarakat, terutama generasi muda," ujar Kapolres PPU Ajun Komisaris Besar Pol Supriyanto, dalam keterangan pers, Rabu (30/10/2024).
1. Transaksi secara tertutup dengan sistem "tempel"

Kapolres Supriyanto mengungkapkan bahwa selama operasi berlangsung, polisi berhasil mengamankan 12 tersangka yang terlibat dalam jaringan narkotika. Barang bukti yang disita dari para pelaku meliputi 117,33 gram sabu-sabu.
“Kami berhasil membongkar jaringan narkoba di wilayah PPU dan mengamankan 12 tersangka yang diduga terlibat. Selain itu, kami juga menyita barang bukti seberat 117,33 gram narkoba jenis sabu-sabu,” jelasnya.
2. Petugas tangkap tersangka saat transaksi

Menurut Kapolres, para tersangka memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut, mulai dari pengedar, kurir, hingga penyedia barang. Mereka menjalankan modus operandi dengan sistem "tempel," di mana narkoba diletakkan di lokasi tertentu yang telah disepakati untuk menghindari deteksi polisi.
Dalam beberapa operasi pengungkapan, petugas berhasil menangkap tersangka saat melakukan transaksi berkat pengintaian intensif dari Satuan Reserse Narkoba Polres PPU di bawah pimpinan Kanit 1 IDIK Sat Reskoba IPDA Ady Nusa.
"Jaringan ini mencoba memperluas peredaran narkoba di wilayah PPU, tetapi kami terus berupaya menutup ruang bagi mereka," tegas Kapolres.
Barang bukti lainnya yang disita meliputi alat isap atau bong dan uang tunai Rp8 juta, diduga hasil transaksi narkoba.
3. Terus tingkatkan operasi jaga wilayah PPU

Supriyanto menegaskan bahwa Polres PPU akan terus meningkatkan operasi pemberantasan narkoba di wilayah tersebut untuk menjaga ketenangan warga. Seluruh barang bukti yang disita akan menjadi bahan penyelidikan lebih lanjut guna membongkar jaringan yang lebih luas.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung pemberantasan narkoba. "Informasi dari masyarakat sangat penting bagi kepolisian dalam mengidentifikasi dan menghentikan peredaran narkoba. Jika ada aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar, segera laporkan kepada kami," pintanya.
4. Para tangkap telah diamankan di Polres PPU

Kapolres PPU memberikan apresiasi kepada tim Satuan Reserse Narkoba Polres PPU dan seluruh personel yang terlibat dalam operasi ini. "Terima kasih kepada anggota yang bekerja keras memberantas narkoba. Ini bukti komitmen kita menjaga PPU tetap aman dan kondusif," ujarnya.
Para tersangka kini diamankan di Mako Polres PPU dan tengah menjalani proses hukum. Penyelidikan akan terus dikembangkan guna mengungkap keterkaitan jaringan dan kemungkinan tersangka lainnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolres berharap masyarakat di PPU dapat merasa lebih aman dan nyaman. Polres PPU berkomitmen meningkatkan keamanan di wilayah tersebut, terutama menjelang Pemilu 2024 yang membutuhkan situasi kondusif.
"Pengungkapan ini adalah salah satu dari banyak upaya kami menjaga ketertiban di PPU. Kami akan terus bekerja demi kenyamanan dan kesejahteraan seluruh warga," tutup Supriyanto.



















