Putri Pariwisata PPU Minta Masyarakat Lokal Siap Sambut IKN

Penajam IDN Times - Nabila Putri Giswatama, terpilih sebagai Putri Pariwisata Benuo Taka 2024 Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), berharap masyarakat lokal siap menghadapi keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang semakin terwujud.
“Saya tidak hanya ingin mempromosikan pariwisata yang ada di PPU saja, tetapi juga memikirkan ke depan, karena IKN benar-benar di depan mata. Masyarakat lokal harus siap menghadapi itu,” ujar Nabila, anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Alimuddin dan Gaby Arghanita.
1. Berikan psikoedukasi ke masyarakat lokal

Nabila merasa tidak bisa diam melihat perkembangan yang ada. Selain mempromosikan pariwisata, ia ingin memberikan edukasi kepada masyarakat lokal, terutama pemuda dan anak-anak, untuk menghadapi kemajuan daerah dengan adanya IKN ini.
“Alhamdulillah, saya terpilih menjadi Putri Pariwisata. Dengan latar belakang sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi di Universitas Diponegoro, saya berharap program kerja saya ke depan dapat memberikan sosialisasi atau psikoedukasi kepada masyarakat lokal,” jelasnya.
Nabila menjelaskan, kegiatan psikoedukasi tersebut akan dikolaborasikan dengan beberapa komunitas di PPU. Tujuannya agar masyarakat tidak merasa tertinggal, memiliki kepercayaan diri, dan siap maju ketika IKN telah berdiri di Kaltim.
“Jadi, mereka tidak akan minder dengan pendatang baru yang datang ke IKN atau wilayah PPU. Mereka tidak akan kehilangan pekerjaan dan digantikan oleh orang luar,” tegas Nabila, yang juga merupakan putri Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimuddin.
2. Edukasi masyarakat lestarikan pariwisata

Sebagai Putri Pariwisata Benuo Taka 2024, Nabila merasa tugasnya bukan hanya menonjolkan pariwisata, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar mereka menjaga dan melestarikan obyek pariwisata yang ada secara berkelanjutan.
“Sebab, jika tidak dijaga, lama-kelamaan akan rusak. Saya juga memikirkan keberlanjutannya,” ungkapnya.
Menurutnya, langkah yang tepat adalah menyiapkan masyarakat terlebih dahulu, baik dari segi kesiapan mental maupun perilaku, sebelum mengembangkan destinasi wisata di wilayah Nusantara atau IKN.
“Kelak, banyak turis yang bisa datang ke sini untuk menikmati semuanya dengan menyenangkan tanpa melihat kerusakan atau tumpukan sampah.”
3. Siap berkiprah dan terjun langsung ke lapangan

Nabila mengaku siap berkiprah dan terjun langsung ke lapangan. Ia telah merancang beberapa program kerja sebelum mendaftarkan diri sebagai calon duta wisata, dan berkeinginan untuk membantu masyarakat lokal melalui komunitas.
“Saya siap berkiprah dan berkorban untuk masyarakat lokal, meskipun harus mengorbankan waktu ujian akhir semester (UAS) untuk mengikuti Putri Pariwisata ini. Saya akan melakukan kerja nyata, tidak hanya sekadar bicara untuk menang,” tegasnya.
Selain terpilih sebagai Putri Pariwisata Benuo Taka 2024, Nabila juga seorang atlet renang artistik Indonesia yang berkiprah hingga tingkat internasional. Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 di Papua, ia meraih medali emas dan perak.
“Saya juga pernah berpartisipasi di Jepang Open World Championship tahun 2018 dan pada tahun yang sama, masuk dalam Tim Nasional Indonesia pada Asian Games Jakarta Palembang,” urainya.
4. Juga atlet renang nasional

Sebagai atlet nasional, Nabila berkeinginan mengkolaborasikan olahraga dengan seni, budaya, dan kepariwisataan karena semuanya saling berkaitan. Ia percaya peran pemuda lokal sangat penting dalam memanfaatkan tempat-tempat pariwisata di PPU.
Nabila dan atlet Indonesia lainnya selalu berusaha memperkenalkan budaya daerah ketika bertanding ke luar negeri, salah satunya dengan memberikan souvenir khas daerah seperti amplang asal PPU dan gantungan kunci.
“Menurut saya, seorang atlet dan pekerja seni merupakan duta dari daerahnya masing-masing karena mereka membawa nama daerah untuk diperkenalkan kepada masyarakat luar negeri,” pungkasnya.



















