Samarinda, IDN Times - Polemik penggunaan kendaraan dinas jenis Land Rover Defender di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda memasuki babak baru. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, resmi menghentikan kontrak sewa kendaraan tersebut setelah ditemukan ketidaksesuaian dalam hasil reviu atau ulasan Inspektorat Daerah.
Keputusan itu diambil usai evaluasi menyeluruh terhadap kontrak yang sebelumnya menjadi sorotan publik. Pemkot Samarinda mengakui adanya ketidakcermatan, baik dari pihak penyedia jasa maupun internal pemerintah, sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan internal APIP Inspektorat Daerah, ditemukan ketidaksesuaian antara spesifikasi kendaraan, harga sewa, dan realisasi di lapangan,” ujar Andi Harun, belum lama ini.
