Pemakaman jenazah COVID-19. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Lebih lanjut dia menerangkan, Bupati Muharram terkonfirmasi corona selisih beberapa hari sebelum Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dikabarkan positif COVID-19. Keduanya diketahui sempat mengikuti kegiatan yang sama pada Selasa, 1 September 2020 lalu yakni pelepasan tukik secara simbolis di tepi Pantai Kampung Payung-Payung, Kecamatan Maratua, Berau.
Dua hari setelah itu tepatnya 3 September 2020, Muharram jalani swab. Hasilnya negatif. Namun saat pemeriksaan kesehatan di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo termasuk uji swab, hasilnya berbeda. Bupati Berau dinyatakan positif COVID-19. Syukurnya anak-anak Muharram tak positif corona, namun tidak dengan istrinya, Sri Juniarsih. Dia positif COVID-19 dan sama-sama jalani perawatan dengan Muharram.
“Kami mohon doanya. Yang jelas beliau pernah mengaku ada riwayat penyakit jantung,” pungkasnya.