Sangatta, IDN Times – Demi mendongkrak akselerasi program Gerbang Desa Madu (Gerakan Pembangunan Desa Mandiri dan Terpadu), Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ismunandar menargetkan penyaluran listrik Di Kutim akan tercapai 100 persen hingga pelosok desa pada 2020. Artinya listrik menjadi salah satu infrastruktur dasar yang menjadi perhatian Bupati.
"Pada 2020 nanti, seluruh desa sudah terang selama 24 jam,” ujar Ismunandar.
Menurut data Dinas DPM PTSP Kutim yang di-sharing dalam buku ekspos hasil pembangunan Kutim, jumlah Kepala Keluarga (KK) yang teraliri listrik tahun 2017 telah mencapai 84.704 KK. Adapun sumber listrik tersebut ialah PLN dan non PLN. Rasio ketersediaan listrik tahun 2017 adalah 0.65 persen dari total kebutuhan listrik secara keseluruhan.
Persentase rumah tangga pengguna listrik mengalami peningkatan dari 80.09 persen pada 2016 menjadi 88.05 persen di tahun 2017. Dari 18 kecamatan, yang menikmati listrik 100 persen baru dua kecamatan. Yakni, Sangatta Utara dan Kongbeng. Lainnya, rata-rata 80-90 persen. Terhadap di Busang dan Sandaran yang baru 50-60 persen.
